Pembuatan Buku Ilustrasi Anak oleh Siswa
Kegiatan pembuatan buku ilustrasi anak oleh peserta didik menjadi bentuk pembelajaran kreatif yang menyatukan seni dan literasi. Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya menulis cerita, tetapi juga menggambar ilustrasi yang memperkuat isi cerita tersebut. Guru membimbing mereka dalam menyusun naskah, menentukan tokoh, serta menyelaraskan warna dan visualisasi. Kegiatan ini melatih keterampilan berpikir naratif, artistik, serta kemampuan berkolaborasi. Buku-buku hasil karya siswa dapat dijadikan koleksi perpustakaan sekolah atau dipamerkan dalam acara literasi. Dengan melibatkan peserta didik secara langsung, pembelajaran terasa lebih bermakna dan kontekstual. Melalui proses ini, siswa belajar menghargai proses kreatif dari ide hingga karya nyata. Kegiatan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri karena hasil karya mereka diakui dan diapresiasi. Pembuatan buku ilustrasi anak menjadi cara efektif untuk menumbuhkan cinta membaca dan menulis sejak dini.
Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan lokakarya singkat tentang pembuatan cerita dan ilustrasi. Guru memperkenalkan struktur cerita yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. Setelah itu, siswa mengembangkan ide cerita berdasarkan pengalaman atau imajinasi mereka. Setiap ilustrasi digambar dengan tangan atau menggunakan perangkat digital, tergantung kemampuan masing-masing. Proses ini membutuhkan kerja sama antara siswa penulis dan ilustrator agar hasilnya harmonis. Guru memberikan umpan balik terhadap setiap tahap pengerjaan untuk memperkuat nilai estetika dan pesan moral. Siswa belajar bahwa setiap cerita memiliki pesan yang bisa disampaikan dengan cara menyenangkan.
Melalui pembuatan buku ilustrasi anak, peserta didik belajar menjadi pencipta karya, bukan sekadar pembaca. Mereka memahami bahwa literasi adalah proses kreatif yang dapat menginspirasi banyak orang.