Pendekatan Humanis Ciptakan Lingkungan Belajar Nyaman
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Pendekatan humanis semakin mendapat perhatian karena dinilai mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan aman bagi peserta didik. Pendekatan ini menempatkan kebutuhan emosional sebagai bagian penting dari proses pembelajaran. Suasana kelas dibangun dengan komunikasi yang terbuka dan saling menghargai. Interaksi yang hangat membantu mengurangi tekanan belajar yang sering muncul. Peserta didik merasa lebih diterima dan dihargai sebagai individu. Kondisi tersebut mendorong tumbuhnya rasa percaya diri. Proses belajar pun berjalan lebih efektif karena dilakukan tanpa rasa takut. Lingkungan yang nyaman menjadi fondasi utama tercapainya tujuan pembelajaran.
Dalam praktiknya, pendekatan humanis menekankan empati dan pemahaman terhadap perbedaan karakter. Setiap peserta didik dipandang memiliki potensi yang unik. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada hasil akademik semata. Perkembangan sikap dan nilai kemanusiaan juga menjadi perhatian utama. Diskusi dua arah lebih sering digunakan untuk menggali pemahaman. Kesalahan dipandang sebagai bagian dari proses belajar, bukan untuk disalahkan. Hal ini membuat peserta didik lebih berani mencoba dan bertanya. Keaktifan belajar pun meningkat secara alami.
Pendekatan humanis juga berperan dalam membangun hubungan yang positif di lingkungan belajar. Hubungan yang harmonis menciptakan rasa kebersamaan. Peserta didik merasa nyaman bekerja sama dengan teman sebayanya. Konflik yang muncul dapat diselesaikan melalui dialog terbuka. Sikap saling menghormati menjadi kebiasaan yang terus dilatih. Lingkungan belajar menjadi ruang yang aman untuk mengekspresikan pendapat. Kondisi ini membantu mengurangi perilaku negatif. Nilai toleransi dan kepedulian sosial pun berkembang.
Dampak positif pendekatan humanis terlihat pada peningkatan motivasi belajar. Peserta didik lebih antusias mengikuti kegiatan pembelajaran. Mereka merasa belajar memiliki makna bagi kehidupan sehari-hari. Rasa memiliki terhadap proses belajar semakin kuat. Kreativitas muncul karena peserta didik tidak merasa dibatasi. Mereka terdorong untuk mengemukakan ide secara bebas. Proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan tidak monoton. Hal ini berpengaruh pada peningkatan kualitas pembelajaran secara keseluruhan.
Ke depan, pendekatan humanis
dinilai relevan untuk menjawab tantangan pendidikan yang semakin kompleks.
Lingkungan belajar yang nyaman menjadi kebutuhan utama di tengah perubahan
zaman. Pendekatan ini membantu menciptakan keseimbangan antara pengetahuan dan
nilai kemanusiaan. Peserta didik tidak hanya dibekali kemampuan berpikir,
tetapi juga kepekaan sosial. Proses belajar diarahkan pada pembentukan karakter
yang positif. Lingkungan yang mendukung akan melahirkan individu yang lebih
percaya diri. Pembelajaran pun menjadi sarana pengembangan diri secara utuh.
Pendekatan humanis diharapkan terus diterapkan secara konsisten.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri
Suprapto