Pendekatan MPLS Baru Sambut Murid dengan Aktivitas Positif
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Pendekatan MPLS baru
dengan aktivitas positif mulai diterapkan untuk menyambut murid pada awal tahun
ajaran. Kegiatan ini dirancang untuk menciptakan suasana ramah, aman, dan
menyenangkan sejak hari pertama. Fokus utama diarahkan pada pembentukan karakter,
kebersamaan, dan rasa percaya diri murid. Berbagai aktivitas kreatif
diperkenalkan sebagai pengganti pola lama yang cenderung menekan. Murid diajak
mengenal lingkungan belajar melalui permainan edukatif dan diskusi ringan.
Pendekatan ini juga bertujuan menghilangkan praktik yang tidak relevan dengan
dunia pendidikan. Suasana kegiatan terlihat lebih cair dan interaktif. Murid
baru tampak lebih antusias mengikuti setiap rangkaian acara.
Dalam pelaksanaannya, MPLS tidak
lagi berisi perintah atau tugas yang bersifat memberatkan. Kegiatan difokuskan
pada pengenalan nilai-nilai positif seperti disiplin, empati, dan kerja sama.
Murid diajak berpartisipasi aktif melalui simulasi dan kerja kelompok
sederhana. Setiap aktivitas disusun agar mudah dipahami dan menyenangkan.
Pendekatan dialog digunakan untuk membangun komunikasi dua arah. Murid diberi
ruang untuk bertanya dan menyampaikan pendapat. Hal ini membantu mengurangi
rasa cemas yang sering muncul di masa transisi. Lingkungan belajar pun terasa
lebih inklusif sejak awal.
Selain itu, aktivitas MPLS baru
juga menekankan pentingnya kesehatan mental dan fisik. Murid diperkenalkan pada
kebiasaan hidup bersih dan pola interaksi yang saling menghargai. Kegiatan
refleksi singkat dilakukan untuk membantu murid mengenali potensi diri.
Permainan kelompok digunakan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antar murid.
Nilai sportivitas dan toleransi disisipkan dalam setiap aktivitas. Pendekatan
ini membantu murid merasa diterima tanpa tekanan. Proses adaptasi berjalan
lebih alami. Murid dapat menyesuaikan diri dengan ritme belajar secara
bertahap.
Pendekatan yang lebih humanis ini
dinilai mampu membangun kesan positif terhadap dunia pendidikan. Murid tidak
lagi melihat MPLS sebagai kegiatan yang menakutkan. Sebaliknya, kegiatan ini
menjadi momen awal yang berkesan dan bermakna. Aktivitas positif membantu
menumbuhkan motivasi belajar sejak dini. Murid juga lebih berani berinteraksi
dengan teman baru. Rasa kebersamaan terbentuk melalui pengalaman bersama. Hal
ini menjadi fondasi penting dalam proses pembelajaran selanjutnya. Lingkungan
yang nyaman mendorong murid untuk berkembang secara optimal.
Secara keseluruhan, pendekatan MPLS
baru menunjukkan perubahan arah yang lebih mendidik dan berorientasi pada
murid. Kegiatan disusun untuk mendukung perkembangan karakter dan sosial. Nilai
kebahagiaan dan keamanan menjadi prioritas utama. Murid tidak hanya dikenalkan
pada lingkungan fisik, tetapi juga pada budaya positif. Proses pengenalan
berlangsung secara bertahap dan terarah. Pendekatan ini diharapkan dapat
menciptakan pengalaman awal yang membangun. Murid memulai perjalanan belajarnya
dengan perasaan percaya diri. MPLS pun menjadi langkah awal yang selaras dengan
tujuan pendidikan yang lebih manusiawi.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri
Suprapto