Pengalaman Mahasiswa PGSD PLP/PPL di Sekolah Unggulan dan Sekolah Pinggiran
Di lingkungan sekolah unggulan, mahasiswa menghadapi sistem pembelajaran tertata. Fasilitas belajar relatif lengkap dan modern. Metode pembelajaran inovatif sering diterapkan. Penggunaan media digital menjadi hal umum. Mahasiswa dituntut aktif dan kreatif. Standar pembelajaran cukup tinggi. Perencanaan pembelajaran harus matang. Pengalaman ini melatih profesionalisme.
Sementara itu, pengalaman di sekolah pinggiran memberikan pelajaran berbeda. Keterbatasan fasilitas menjadi tantangan utama. Mahasiswa dituntut kreatif memanfaatkan lingkungan sekitar. Media sederhana digunakan sebagai alat belajar. Interaksi dengan siswa berlangsung lebih intens. Pendekatan personal menjadi sangat penting. Nilai empati dan kepedulian tumbuh kuat. Pengalaman ini membentuk kepekaan sosial.
Perbedaan kondisi sekolah melatih kemampuan adaptasi mahasiswa. Strategi pembelajaran disesuaikan dengan situasi. Mahasiswa belajar membaca kebutuhan siswa. Fleksibilitas menjadi keterampilan utama. Proses refleksi dilakukan setelah mengajar. Umpan balik digunakan untuk perbaikan. Kepercayaan diri mahasiswa meningkat. Pengalaman mengajar menjadi bekal berharga.
PLP dan PPL membentuk karakter calon pendidik. Mahasiswa memahami realitas dunia pendidikan. Tantangan di lapangan memperkaya pengalaman. Kompetensi pedagogik berkembang secara nyata. Nilai tanggung jawab semakin kuat. Pengalaman ini tidak tergantikan oleh teori semata. Mahasiswa siap menghadapi dunia kerja. PLP dan PPL menjadi fondasi profesionalisme guru.