Penguatan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Metode Problem-Based Learning di SD
pgsd.fip.unesa.ac.id Pembelajaran berbasis masalah atau Problem-Based Learning (PBL) menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Melalui metode ini, siswa diajak menghadapi situasi nyata yang menuntut analisis, penalaran, dan pemecahan masalah. PBL memberikan ruang bagi siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar dan bertanggung jawab atas pencarian solusi.
Implementasi PBL menuntut guru untuk merancang skenario masalah yang relevan, sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa. Masalah yang disajikan tidak harus kompleks, tetapi cukup menantang untuk mendorong siswa berpikir dan berdiskusi. Dengan bimbingan yang tepat, siswa dapat mengembangkan keterampilan mengidentifikasi masalah, mencari informasi, dan menarik kesimpulan.
Selama proses pembelajaran, diskusi kelompok menjadi elemen penting yang memungkinkan siswa bertukar ide dan mempertahankan argumen. Kegiatan ini melatih kemampuan komunikasi sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap materi yang dipelajari. Peran guru sebagai fasilitator sangat penting untuk menjaga agar diskusi tetap terarah dan produktif.
Penggunaan media pembelajaran konkret, gambar, atau video juga dapat memperkuat penerapan PBL. Media tersebut membantu siswa memahami konteks masalah secara lebih jelas dan memudahkan mereka mengembangkan solusi kreatif. Dengan kombinasi metode dan media yang tepat, PBL dapat meningkatkan kualitas interaksi belajar.
Penerapan PBL secara konsisten dapat membentuk siswa yang mampu berpikir kritis, mandiri, dan mampu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini mendukung pencapaian kompetensi abad 21 yang sangat dibutuhkan dalam dunia modern.
penulis: adeluh febiola
gambar: google