pgsd.fip.unesa.ac.id – Kesehatan mental menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam dunia pendidikan, termasuk di tingkat sekolah dasar. Anak-anak pada tahap ini sedang berada dalam masa perkembangan emosional yang pesat, sehingga membutuhkan dukungan yang tepat untuk membangun ketahanan diri, mengelola emosi, dan menghadapi berbagai tekanan kecil yang dialami di lingkup sekolah maupun keluarga.
Guru memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa. Dengan membangun suasana kelas yang menghargai perbedaan, tidak diskriminatif, dan minim tekanan, siswa dapat belajar dengan lebih tenang dan percaya diri. Guru juga perlu peka terhadap tanda-tanda stres atau perubahan perilaku yang ditunjukkan siswa sehingga dapat memberikan dukungan awal yang dibutuhkan.
Selain itu, pendidikan kesehatan mental dapat diberikan melalui kegiatan sederhana seperti berbagi cerita, latihan pernapasan, meditasi singkat, atau permainan yang melatih kerja sama. Aktivitas ini tidak hanya memperkuat hubungan antar siswa, tetapi juga membantu mereka memahami cara-cara dasar untuk menenangkan diri saat merasa cemas atau tertekan.
Sekolah juga dapat bekerja sama dengan konselor atau psikolog untuk memberikan edukasi tentang kesehatan mental kepada siswa, guru, dan orang tua. Pendampingan profesional sangat penting untuk menangani kasus-kasus tertentu yang membutuhkan perhatian lebih. Melalui program yang terstruktur, siswa dapat memperoleh pemahaman yang baik tentang pentingnya menjaga kesehatan mental sejak dini.
Pendidikan kesehatan mental bukan hanya mencegah masalah emosional, tetapi juga membentuk generasi yang lebih tangguh dan mampu mengelola stres dengan baik. Dengan memberikan perhatian khusus sejak sekolah dasar, siswa dapat tumbuh menjadi individu yang lebih seimbang secara emosional, mampu beradaptasi, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google