Peran Orang Tua dalam P5: Keterlibatan Keluarga dalam Proyek Sekolah
pgsd.fip.unesa.ac.id Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) menjadi program penting yang menekankan pembentukan karakter siswa melalui kegiatan nyata dan bermakna. Program ini semakin efektif ketika keluarga, terutama orang tua, terlibat langsung dalam proses pendampingan. Keterlibatan keluarga membantu memperkuat nilai-nilai yang dipelajari siswa di sekolah melalui penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan orang tua dapat meningkatkan motivasi belajar siswa karena mereka merasa dihargai dan dipedulikan. Proyek yang dibuat siswa menjadi lebih relevan ketika dikaitkan dengan pengalaman keluarga. Peran keluarga juga menciptakan komunikasi positif antara rumah dan sekolah. Kolaborasi ini memberikan dampak besar pada perkembangan karakter anak. P5 bukan hanya proyek sekolah, tetapi proyek bersama keluarga dan masyarakat.
Keterlibatan orang tua memberikan
kesempatan siswa untuk belajar dalam konteks dunia nyata. Banyak kegiatan P5
dilakukan di luar ruang kelas dan membutuhkan dukungan logistik, moral, dan
pengawasan dari keluarga. Orang tua dapat menjadi mentor yang membantu anak
menyelesaikan tugas berdasarkan pengalaman hidup. Selain itu, kolaborasi orang
tua memperkuat rasa tanggung jawab siswa terhadap hasil kerja mereka.
Lingkungan keluarga menjadi tempat latihan keterampilan sosial, kreativitas,
dan kemandirian. Keterlibatan tersebut membantu anak memahami bahwa
pembelajaran tidak hanya terjadi di sekolah. Nilai gotong royong dan kerja sama
tercermin dalam pelaksanaan proyek. Anak belajar menghargai proses, bukan
sekadar hasil akhir.
Manfaat keterlibatan orang tua
semakin terlihat ketika siswa menunjukkan peningkatan kemandirian dan
kepercayaan diri. Anak merasa dihargai ketika pendapat mereka didengarkan dalam
diskusi keluarga mengenai proyek sekolah. Peran aktif keluarga mengurangi
tekanan pada siswa karena mereka tidak merasa bekerja sendirian. Kegiatan
bersama keluarga membantu memperkuat bonding emosional yang berpengaruh pada
perkembangan sosial siswa. Proyek P5 juga menjadi sarana orang tua mengenal
karakter dan minat anak secara lebih mendalam. Hal ini membuat pendampingan
lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan belajar. Hubungan positif keluarga
menciptakan dukungan moral jangka panjang bagi anak. Pendidikan karakter
menjadi nyata dan bukan hanya teori.
Selain manfaat bagi siswa, proyek
P5 juga memberi wawasan baru kepada orang tua tentang cara mendidik anak secara
kreatif. Banyak orang tua menyadari bahwa pendekatan pembelajaran saat ini
berbeda dengan masa lalu yang lebih berfokus pada hafalan. P5 menawarkan
pendekatan berbasis pengalaman langsung yang menumbuhkan pemikiran kritis dan
kepedulian sosial. Orang tua juga dapat berbagi keahlian yang mereka miliki
untuk mendukung proyek anak. Kegiatan ini meningkatkan rasa bangga keluarga
terhadap pencapaian anak. Kolaborasi keluarga menciptakan budaya belajar
positif di rumah. Dampaknya, proses pendidikan menjadi lebih menyenangkan dan
manusiawi. Partisipasi orang tua adalah kunci keberhasilan pembentukan karakter
masa depan.
Dengan keterlibatan keluarga, P5
menjadi wadah pembentukan generasi berkarakter dan berdaya saing. Orang tua,
siswa, dan guru perlu bekerja bersama untuk menciptakan pembelajaran yang
bermakna. Kolaborasi tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap
perkembangan kompetensi dan karakter anak. Melalui kegiatan projektif, siswa
belajar mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas hasilnya. Pembelajaran
berbasis pengalaman membantu siswa menghubungkan ilmu sekolah dengan kehidupan
nyata. P5 memberi ruang bagi anak untuk menjadi pribadi yang mandiri dan
reflektif. Melalui dukungan orang tua, proyek sekolah dapat berjalan lebih
maksimal. Pendidikan karakter hanya dapat berhasil dengan kerja sama dari semua
pihak.
Penulis:
Mutia Syafa Y.
Foto:
Google