Peran Pendekatan Holistik dalam Mendukung Kesejahteraan Belajar
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Pendekatan holistik
semakin dipandang berperan penting dalam mendukung kesejahteraan belajar
peserta didik di berbagai jenjang. Pendekatan ini menekankan keseimbangan
antara aspek akademik, emosional, sosial, dan fisik dalam proses belajar. Fokus
pembelajaran tidak hanya pada capaian nilai, tetapi juga pada kenyamanan dan
kesehatan mental. Kondisi belajar yang seimbang diyakini mampu meningkatkan
motivasi dan daya tahan belajar. Lingkungan belajar yang mendukung secara
menyeluruh membuat peserta didik merasa lebih dihargai. Hal ini berdampak pada
peningkatan partisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Proses belajar
menjadi lebih bermakna karena kebutuhan individu diperhatikan. Kesejahteraan
belajar pun menjadi fondasi penting bagi perkembangan jangka panjang.
Pendekatan holistik mendorong
pendidik untuk memahami latar belakang dan kebutuhan belajar yang beragam.
Setiap peserta didik memiliki gaya belajar, minat, dan tantangan yang berbeda.
Dengan pemahaman tersebut, proses pembelajaran dapat disesuaikan secara lebih
manusiawi. Interaksi yang positif antara pendidik dan peserta didik menjadi
kunci utama. Dukungan emosional yang konsisten membantu mengurangi tekanan
belajar. Peserta didik merasa lebih aman untuk mengekspresikan pendapat dan
bertanya. Kepercayaan diri mereka pun tumbuh seiring waktu. Kondisi ini
menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif.
Selain aspek emosional, pendekatan
holistik juga memperhatikan kesehatan fisik dalam proses belajar. Pola belajar
yang seimbang dengan waktu istirahat dinilai mampu meningkatkan konsentrasi.
Aktivitas belajar yang variatif membantu mengurangi kejenuhan. Peserta didik
tidak hanya duduk dan menerima materi secara pasif. Mereka diajak bergerak,
berdiskusi, dan berefleksi. Keterlibatan aktif ini berdampak positif pada
pemahaman materi. Tubuh dan pikiran yang sehat mendukung proses belajar yang
optimal. Hasil belajar pun menjadi lebih berkelanjutan.
Pendekatan holistik juga menekankan
pentingnya pengembangan keterampilan sosial. Kerja sama, empati, dan komunikasi
menjadi bagian dari proses belajar. Peserta didik belajar menghargai perbedaan
dan bekerja dalam kelompok. Pengalaman sosial ini membentuk karakter yang
seimbang. Tantangan belajar dapat dihadapi bersama dengan rasa saling
mendukung. Lingkungan yang kolaboratif mengurangi persaingan yang tidak sehat.
Peserta didik merasa menjadi bagian dari komunitas belajar. Hal ini
berkontribusi pada kesejahteraan psikologis mereka.
Secara keseluruhan, pendekatan
holistik menawarkan cara pandang baru terhadap keberhasilan belajar.
Keberhasilan tidak hanya diukur dari hasil akademik semata. Kesejahteraan
belajar menjadi indikator penting dalam proses pendidikan. Pendekatan ini
membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih manusiawi. Peserta didik
tumbuh sebagai individu yang seimbang secara intelektual dan emosional. Proses
belajar menjadi lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari. Tantangan belajar
dapat dihadapi dengan sikap yang lebih positif. Pendekatan holistik pun dinilai
mampu mendukung kualitas belajar secara menyeluruh.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri
Suprapto