Perbedaan Hard Skill dan Technical Skill yang Wajib Diketahui Siswa
pgsd.fip.unesa.ac.id Kesadaran siswa mengenai keterampilan masa depan menjadi semakin penting di era kompetitif saat ini. Banyak siswa yang masih belum memahami perbedaan antara hard skill dan technical skill meskipun keduanya sering digunakan dalam proses belajar maupun dunia kerja. Pemahaman yang benar membantu siswa menentukan fokus pengembangan diri sesuai kebutuhan karier yang ingin dicapai. Hard skill merupakan kemampuan spesifik yang diperoleh melalui pelatihan dan pendidikan terstruktur. Sementara technical skill adalah keterampilan teknis yang berkaitan dengan penggunaan alat, perangkat lunak, atau teknologi tertentu. Banyak siswa yang menyamakan kedua istilah tersebut karena sering dipakai dalam konteks yang mirip. Padahal keduanya memiliki fungsi yang berbeda meskipun saling berkaitan dalam pengembangan profesional.
Hard skill biasanya meliputi
kemampuan akademik seperti menulis ilmiah, menghitung, atau pengetahuan
teoritis dalam bidang tertentu. Kemampuan ini sering kali diukur melalui ujian,
sertifikat, atau portofolio karya yang dapat dibuktikan secara formal. Dalam
dunia kerja, hard skill menjadi modal utama untuk menunjukkan kompetensi dasar
dalam bidang yang dipilih. Namun kemampuan ini tidak selalu cukup tanpa
dukungan keterampilan teknis yang relevan. Technical skill lebih spesifik pada
kemampuan mengoperasikan teknologi seperti perangkat komputer, aplikasi desain,
atau sistem digital. Keterampilan teknis juga mencakup pemahaman tentang
perangkat modern yang digunakan dalam aktivitas profesi. Dalam berbagai bidang,
technical skill menjadi penentu efektivitas dalam menjalankan tugas
sehari-hari.
Siswa perlu memahami bahwa hard
skill dapat menjadi dasar untuk mempelajari technical skill dengan lebih baik.
Contohnya, kemampuan matematika sebagai hard skill sangat berguna ketika
mempelajari pengolahan data menggunakan perangkat lunak statistik sebagai
technical skill. Keduanya saling mendukung untuk menghasilkan kualitas kerja
yang lebih efektif. Banyak perusahaan saat ini menempatkan kombinasi keduanya
sebagai syarat utama dalam rekrutmen tenaga profesional. Siswa yang mampu
menguasai kedua jenis keterampilan akan memiliki daya saing yang jauh lebih
kuat. Hal ini menjadi alasan mengapa pengembangan keterampilan tidak bisa hanya
berfokus pada teori. Dunia pendidikan mendorong siswa untuk aktif berlatih
melalui proyek dan pengalaman praktis.
Dalam kehidupan sehari-hari,
perbedaan kedua keterampilan ini dapat dilihat melalui cara siswa menyelesaikan
tugas belajar. Hard skill membantu dalam memahami materi dan konsep dasar,
sementara technical skill membantu siswa mengimplementasikan pengetahuan
menggunakan perangkat digital. Contohnya, kemampuan menulis esai adalah hard
skill sedangkan kemampuan menggunakan aplikasi pengolah kata adalah technical
skill. Penguasaan keduanya mempermudah siswa menghasilkan karya yang
berkualitas. Pemahaman ini juga membantu siswa mempersiapkan diri untuk
pendidikan lanjutan maupun persaingan karier di masa depan. Tanpa keseimbangan,
keterampilan yang dimiliki dapat menjadi kurang maksimal. Oleh karena itu,
siswa perlu terus melatih kemampuan dengan konsisten dan berkelanjutan.
Kesimpulannya, hard skill dan
technical skill memiliki peran berbeda tetapi sangat saling berkaitan dalam
perkembangan kompetensi siswa. Perbedaan mendasar terletak pada fokus
kemampuan, yaitu antara teori dan praktik teknologi. Keduanya sama-sama penting
untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global yang semakin digital.
Siswa diharapkan lebih aktif mengeksplorasi keterampilan baru sesuai bidang
yang diminati. Pengembangan kemampuan secara berimbang akan membuka lebih
banyak peluang sukses di masa depan. Kombinasi keduanya menjadi modal utama
dalam membangun karier yang kokoh. Kesadaran mengenai pentingnya keterampilan
ini harus ditanamkan sejak dini. Dengan pemahaman yang tepat, siswa dapat
mengambil langkah strategis menuju masa depan yang lebih cerah.
Penulis:
Mutia Syafa Y.
Foto:
Google