Permainan Ular Tangga Siaga Bencana untuk Pembelajaran di Sekolah Dasar
Kata kunci: permainan edukasi mitigasi bencana SD
pgsd.fip.unesa.ac.id - Pembelajaran mitigasi bencana tidak harus selalu dilakukan melalui ceramah atau buku teks. Salah satu inovasi menarik adalah penggunaan permainan ular tangga siaga bencana sebagai media belajar. Permainan ini menggabungkan unsur hiburan dengan edukasi sehingga siswa dapat belajar dengan cara yang menyenangkan.
Dalam permainan ular tangga siaga bencana, setiap petak tidak hanya berisi angka tetapi juga pesan-pesan keselamatan. Contohnya, pada petak tertentu tertulis perintah “Cari tempat aman saat gempa” atau “Naik karena kamu membantu teman yang terluka”. Sementara petak ular bisa mewakili tindakan salah, seperti “Berlarian saat gempa” yang membuat pemain turun.
Melalui permainan, siswa belajar mengenali tindakan yang benar dan salah saat bencana. Tanpa disadari, informasi keselamatan tertanam secara alami. Anak-anak yang biasanya pasif menjadi lebih aktif karena terlibat dalam permainan.
Selain aspek kognitif, permainan juga mengembangkan keterampilan sosial. Siswa belajar menunggu giliran, bermain jujur, dan menerima kemenangan atau kekalahan dengan sportif. Aktivitas ini memperkuat karakter sekaligus suasana belajar yang positif.
Guru juga dapat mengembangkan permainan dengan diskusi setelah bermain. Misalnya, mengajak siswa menjelaskan mengapa mereka naik atau turun pada petak tertentu. Kegiatan ini memperkuat pemahaman dan refleksi.
Penggunaan permainan edukatif menjadikan kelas lebih hidup dan tidak membosankan. Anak-anak lebih termotivasi dan bersemangat mengikuti pembelajaran mitigasi.
Dengan permainan ular tangga siaga bencana, pembelajaran tidak hanya menekankan hafalan, tetapi pengalaman langsung. Anak-anak belajar sambil bermain, dan nilai keselamatan tertanam dengan cara menyenangkan.