Personal Branding Level Pro: Mengapa Skill Content Creator Wajib Dikuasai Mahasiswa
Di
era digital ini, media sosial bukan lagi sekadar tempat berbagi foto, melainkan
panggung besar untuk berkarya. Menjadi content creator telah menjadi salah satu
profesi paling diminati, dan ini sangat relevan bagi mahasiswa. Dengan ide
segar, kreativitas yang melimpah, dan akses mudah ke teknologi (smartphone saja
sudah cukup!), mahasiswa memiliki modal utama untuk menghasilkan konten yang
relatable dan menarik. Entah itu konten edukasi, review jujur tentang kehidupan
kampus, atau tips produktivitas, content creator mahasiswa memiliki suara unik
yang sangat dicari oleh audiens.
Langkah
pertama menjadi content creator adalah menentukan niche (tema spesifik) dan
platform mana yang akan didominasi. Mahasiswa bisa memilih TikTok atau
Instagram Reels untuk konten visual cepat dan seru, atau YouTube untuk konten
yang lebih mendalam seperti vlog atau tutorial. Tidak ada batasan isi; Anda
bisa membuat mini-vlog keseharian yang seru, review jujur kafe di sekitar
kampus, atau bahkan membahas materi kuliah dengan cara yang ringan dan lucu.
Keuntungan utama: ini adalah cara termudah dan tercepat untuk membangun
personal branding saat masih berkuliah.
Salah
satu manfaat terbesar yang didapat adalah melatih skill esensial di luar kelas.
Sebagai creator, Anda belajar scriptwriting (penulisan naskah), public speaking
(jika membuat video), video editing, dan memahami algoritma digital semua
adalah kemampuan yang sangat bernilai di dunia kerja. Selain itu, seiring
dengan bertambahnya followers, pintu menuju penghasilan juga terbuka lebar
melalui endorsement, paid partnership, atau monetisasi dari platform itu
sendiri. Bahkan, kolaborasi dengan brand atau sesama creator menjadi seru dan
memperluas jaringan Anda secara profesional.
Tentu
saja, ada tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam membagi waktu antara
membuat konten, kuliah, dan tugas yang membludak. Kunci di sini adalah
konsistensi dan perencanaan konten yang matang. Buatlah kalender konten
mingguan, rekam beberapa video sekaligus (batch recording), dan manfaatkan
waktu luang (misalnya saat menunggu dosen atau istirahat) untuk proses editing
ringan. Jangan biarkan tekanan harus selalu viral merusak kesenangan Anda.
Prioritaskan konten yang Anda nikmati pembuatannya dan yang relevan dengan
kehidupan Anda sebagai mahasiswa.
Sebagai
motivasi, ingatlah bahwa setiap konten yang Anda buat adalah investasi dalam
portofolio digital. Ketika Anda lulus, portofolio ini tidak hanya akan menarik
perhatian perekrut di bidang marketing atau media, tetapi juga memberikan Anda
kontrol atas cerita dan narasi diri Anda sendiri. Jadi, ambil smartphone Anda,
kenali niche Anda, dan mulailah bersuara. Dunia content creator sedang menunggu
ide-ide brilian dari mahasiswa seperti Anda.
Penulis
: Mufrida Nur Azizah
Sumber: Kompas Edukasi