Personalized Learning: Menyesuaikan Materi dengan Kecepatan dan Gaya Belajar Siswa
pgsd.fip.unesa.ac.id Konsep personalized learning semakin dikenal sebagai strategi pembelajaran modern yang memprioritaskan kebutuhan individu. Setiap siswa memiliki kemampuan dan tempo belajar yang berbeda, sehingga pendekatan seragam sering kali tidak efektif. Personalized learning menghadirkan pembelajaran yang lebih fleksibel dan berpusat pada kebutuhan siswa. Melalui metode ini, siswa menerima materi sesuai tingkat pemahaman masing-masing. Mereka tidak dipaksa mengikuti kecepatan pembelajaran yang sama dengan orang lain. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih nyaman dan manusiawi. Personalized learning memberikan kesempatan siswa berkembang secara optimal sesuai potensi diri. Pendekatan ini menjadi tren penting di dunia pendidikan masa kini.
Penerapan personalized learning
mendorong siswa lebih aktif dalam menentukan perjalanan belajar mereka sendiri.
Siswa dapat memilih fokus materi yang menjadi prioritas dan mempelajarinya
lebih mendalam. Ketika menemukan kesulitan, mereka mendapat waktu tambahan
untuk memahami konsep tanpa tekanan. Sebaliknya, siswa yang lebih cepat
memahami dapat terus maju ke tahap berikutnya. Pendekatan ini menghindari
kebosanan bagi siswa unggul dan mengurangi stres bagi siswa yang membutuhkan
lebih banyak waktu. Proses pembelajaran menjadi lebih adil dan inklusif. Setiap
siswa merasa dihargai sebagai individu unik dengan gaya belajar yang berbeda.
Personalized
learning juga membantu membangun kemandirian belajar. Siswa belajar
mengatur waktu, merancang strategi belajar, dan mengevaluasi perkembangan
mereka sendiri. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi penerima materi,
tetapi juga pengelola proses belajar. Guru berperan sebagai pembimbing yang
mengamati dan mendukung tanpa mengambil alih. Interaksi dalam kelas berubah
menjadi kolaboratif dan terbuka. Siswa merasa memiliki kontrol dalam
pembelajaran sehingga motivasi meningkat. Metode ini menciptakan suasana
belajar yang lebih menyenangkan dan produktif.
Pendekatan pembelajaran personal
memberikan dampak positif pada perkembangan emosional siswa. Mereka tidak lagi
membandingkan diri secara negatif dengan teman lain karena proses belajar
bersifat individual. Kepercayaan diri meningkat karena keberhasilan dicapai
berdasarkan usaha pribadi. Siswa merasa aman untuk bertanya dan mengungkapkan
kesulitan tanpa takut dinilai. Lingkungan belajar yang suportif mendorong
hubungan sosial yang lebih sehat. Pembelajaran menjadi proses yang membangun
karakter serta kecerdasan. Dalam jangka panjang, kemampuan belajar mandiri
menjadi bekal penting menghadapi tantangan masa depan.
Personalized learning menjadi
simbol perubahan besar dalam paradigma pendidikan modern. Pembelajaran kini
diarahkan untuk menghargai potensi individu dan mengembangkan kecerdasan sesuai
jalur masing-masing. Metode ini mampu meningkatkan kualitas hasil belajar dan
menciptakan pengalaman akademik yang lebih manusiawi. Masa depan pendidikan
diprediksi akan semakin mengutamakan pendekatan personal dan fleksibel. Siswa
bukan lagi peserta pasif, tetapi aktor utama dalam proses belajar. Transformasi
ini membuka harapan menuju sistem pembelajaran yang lebih adaptif dan
mengedepankan kesejahteraan mental siswa.
Penulis:
Mutia Syafa
Foto:
Google