Program Kesehatan Mental Perkuat Ketahanan Emosional Pelajar
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Program
kesehatan mental yang baru diluncurkan menekankan pentingnya ketahanan
emosional bagi pelajar. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pelatihan
praktis dalam mengelola stres dan tekanan akademik. Sesi interaktif mencakup
teknik relaksasi, meditasi, dan manajemen waktu. Peserta juga diajak mengenali
tanda-tanda kelelahan mental sejak dini. Metode yang digunakan memadukan
pendekatan teoretis dan praktik. Fokus utama adalah membangun kemampuan
menghadapi tantangan sehari-hari. Program ini diharapkan dapat menurunkan
tingkat kecemasan di kalangan pelajar. Peningkatan kesehatan mental diharapkan
berdampak positif pada kualitas belajar mereka.
Para pelajar terlihat
antusias mengikuti setiap sesi yang diadakan. Aktivitas kelompok mendorong
komunikasi terbuka dan saling mendukung antar peserta. Diskusi terbuka
memberikan ruang bagi pelajar untuk berbagi pengalaman pribadi. Pelatihan
keterampilan sosial juga menjadi bagian penting dalam program ini. Fasilitator
menekankan pentingnya empati dan kesadaran diri. Teknik coping strategi
diperkenalkan untuk menghadapi tekanan akademik dan sosial. Program ini juga
menyertakan sesi refleksi diri secara berkala. Hasil sementara menunjukkan
peningkatan rasa percaya diri di antara peserta.
Selain itu, berbagai
materi edukatif disediakan untuk memperdalam pemahaman peserta. Modul mencakup
pengelolaan emosi, mindfulness, dan penguatan mental. Media visual dan audio
digunakan untuk membuat materi lebih mudah dicerna. Latihan praktis dilakukan
untuk memperkuat pemahaman konsep yang diajarkan. Setiap peserta diberikan
panduan mandiri untuk diterapkan di rumah. Pendekatan ini menekankan
keterlibatan aktif pelajar dalam proses belajar. Evaluasi dilakukan secara
berkala untuk melihat perkembangan emosional peserta. Hasil awal menunjukkan
adanya penurunan tingkat stres yang signifikan.
Program ini juga
menekankan pentingnya dukungan sosial di lingkungan sekitar pelajar. Kegiatan
kolaboratif meningkatkan kemampuan bekerja sama dan membangun jaringan positif.
Sesi konseling individu tersedia bagi peserta yang membutuhkan perhatian khusus.
Interaksi dalam kelompok kecil membantu pelajar merasa didengar dan dihargai.
Aktivitas outdoor dan permainan edukatif digunakan untuk memperkuat bonding
antar peserta. Peserta dilatih menghadapi konflik dengan cara yang sehat dan
konstruktif. Program ini mendorong terbentuknya komunitas yang saling
mendukung. Dampak jangka panjang diharapkan meningkatkan ketahanan mental
pelajar dalam menghadapi tekanan hidup.
Penyelenggara
menekankan pentingnya kesinambungan program agar hasilnya lebih optimal.
Pelatihan lanjutan direncanakan untuk memperdalam keterampilan pengelolaan
emosi. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk mengetahui efektivitas program
secara keseluruhan. Umpan balik dari pelajar menjadi dasar perbaikan materi dan
metode. Partisipasi aktif peserta menjadi indikator keberhasilan program.
Kegiatan ini juga menanamkan kesadaran pentingnya kesehatan mental sejak dini.
Dengan ketahanan emosional yang lebih baik, pelajar diharapkan mampu meraih
prestasi akademik dan personal yang optimal. Program ini menjadi langkah nyata
dalam membentuk generasi yang lebih tangguh secara emosional.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri Suprapto