Program Literasi Digital Dorong Kemandirian Belajar Peserta Didik
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Program literasi
digital dinilai mampu mendorong kemandirian belajar peserta didik melalui
penerapan berbagai pendekatan yang lebih fleksibel. Inisiatif ini menekankan
penguatan kemampuan berpikir kritis dengan memanfaatkan sumber pengetahuan yang
beragam. Peserta didik diajak untuk mengeksplorasi informasi secara mandiri
tanpa bergantung pada penjelasan satu arah. Penggunaan platform digital membuat
proses belajar terasa lebih dekat dengan kehidupan mereka. Program ini juga
membuka ruang bagi peserta didik untuk menemukan cara belajar yang sesuai
dengan karakter masing-masing. Pemanfaatan teknologi dipandang sebagai langkah
penting untuk memperluas akses pengetahuan. Dorongan terhadap kemampuan mandiri
belajar dianggap sebagai pondasi utama dalam pengembangan kompetensi abad 21.
Upaya ini sekaligus memperkuat kebiasaan membaca dan mencari informasi secara
aktif.
Dalam penerapannya,
kegiatan literasi digital menghadirkan berbagai aktivitas yang melatih peserta
didik untuk mengelola informasi. Mereka diberikan kesempatan untuk menilai
keakuratan data yang ditemukan secara daring. Proses ini mengajarkan pentingnya
memilah dan memilih informasi sebelum digunakan. Keterampilan tersebut menjadi
modal penting dalam pembelajaran jangka ersama. Peserta didik juga diarahkan
untuk membuat rangkuman berupa catatan digital sebagai bentuk refleksi diri.
Pendekatan ini membantu mereka memahami ulang materi yang telah dipelajari.
Kegiatan kolaboratif turut didorong agar muncul diskusi yang memperkaya
pemahaman. Semua proses tersebut dirancang untuk memperkuat karakter belajar
yang mandiri dan bertanggung jawab.
Dampak positif dari
program ini mulai terlihat melalui meningkatnya keaktifan peserta didik selama
proses pembelajaran. Mereka tampak lebih percaya diri dalam menyampaikan
pendapat berdasarkan hasil penelusuran mandiri. Aktivitas belajar juga menjadi
lebih ersamae karena peserta didik dapat mengombinasikan berbagai sumber
digital. Kebebasan untuk memilih media belajar memberikan motivasi baru dalam
menyelesaikan tugas. Beberapa peserta didik menunjukkan peningkatan kemampuan
dalam mengorganisasi informasi secara sistematis. Hal ini terlihat dari cara
mereka menampilkan hasil pencarian dalam bentuk presentasi maupun laporan
singkat. Lingkungan belajar pun terasa lebih dinamis karena interaksi tidak
hanya terjadi dalam ruang tatap muka. Situasi ini menunjukkan bahwa literasi
digital mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Selain meningkatkan kemandirian, program literasi digital juga mengajarkan etika penggunaan teknologi. Setiap peserta didik dibimbing untuk memahami ersama dan tanggung jawab dalam mengakses informasi. Mereka diajak untuk menghormati hak cipta dan menjaga keamanan data pribadi. Pembiasaan ini diharapkan meminimalkan risiko penyalahgunaan teknologi. Pendampingan secara berkelanjutan dilakukan agar peserta didik mampu mempraktikkan etika tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan ini menjadi bagian penting dalam perkembangan karakter di era digital. Penguasaan etika digital turut memperkuat kualitas pembelajaran yang sedang berlangsung. Melalui ersama ini, peserta didik belajar menggunakan teknologi secara bijak dan terarah.
Keberlanjutan program tergantung pada konsistensi penerapan strategi literasi digital dalam kegiatan belajar. Peningkatan fasilitas hanya menjadi salah satu ersam pendukung, sementara motivasi peserta didik menjadi kunci utama. Mereka diharapkan terus mempraktikkan kebiasaan membaca dan mencari informasi secara mandiri. Pihak yang terlibat dalam kegiatan belajar didorong untuk memberikan ruang eksplorasi yang luas. Pola pembelajaran fleksibel memungkinkan peserta didik mengembangkan potensi sesuai kebutuhan masing-masing. Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang adaptif terhadap perubahan zaman. Kemandirian belajar menjadi target utama yang terus diperkuat melalui praktik rutin. Dengan demikian, program literasi digital diyakini dapat menciptakan fondasi kuat bagi perkembangan kompetensi peserta didik di masa mendatang.
Penulis: Hanaksa Erviga
Putri Suprapto