Program Literasi Digital Mampu Tingkatkan Kreativitas Pelajar
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Program literasi digital dinilai
mampu meningkatkan kreativitas pelajar dalam menghadapi tantangan pembelajaran
di era modern. Berbagai aktivitas berbasis teknologi mendorong pelajar untuk
lebih aktif mengeksplorasi ide dan gagasan baru. Pemanfaatan media digital
membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan interaktif. Pelajar tidak
hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga pencipta konten yang bernilai
edukatif. Kondisi ini membantu mengasah kemampuan berpikir kritis sejak dini.
Kreativitas pelajar terlihat dari beragam karya digital yang dihasilkan. Karya
tersebut mencerminkan kemampuan mengolah informasi secara inovatif. Program ini
dinilai relevan dengan kebutuhan zaman yang terus berkembang.
Penerapan literasi digital
memberikan ruang bagi pelajar untuk bereksperimen dengan berbagai platform
pembelajaran. Mereka belajar mengombinasikan teks, gambar, suara, dan video
dalam satu karya. Proses ini melatih kemampuan problem solving secara mandiri.
Pelajar juga terdorong untuk berkolaborasi dengan teman sebaya dalam proyek
kreatif. Interaksi digital yang positif memperluas wawasan dan sudut pandang
mereka. Selain itu, kemampuan komunikasi turut berkembang melalui presentasi
berbasis media digital. Pelajar menjadi lebih percaya diri menyampaikan ide.
Hal ini berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran secara keseluruhan.
Program literasi digital juga
membantu pelajar memahami penggunaan teknologi secara bijak. Mereka diajak
memilah informasi yang akurat dan bermanfaat. Kesadaran terhadap etika digital
menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Dengan pemahaman tersebut,
pelajar mampu menghindari penyalahgunaan teknologi. Kreativitas yang dibangun
pun tetap berada dalam koridor positif. Aktivitas digital tidak hanya
berorientasi hiburan, tetapi juga edukasi. Pelajar belajar bertanggung jawab
atas karya yang dibuat. Sikap ini membentuk karakter yang adaptif dan cerdas
digital.
Dari sisi pembelajaran, literasi
digital membuka peluang metode belajar yang lebih fleksibel. Pelajar dapat
mengakses berbagai sumber pengetahuan secara mandiri. Kebebasan ini mendorong
rasa ingin tahu yang lebih besar. Kreativitas muncul ketika pelajar mengaitkan
materi dengan pengalaman sehari-hari. Proyek digital berbasis masalah nyata
menjadi sarana pengembangan ide. Pelajar terbiasa berpikir solutif dan
inovatif. Proses belajar tidak lagi monoton dan satu arah. Lingkungan belajar
menjadi lebih dinamis dan inspiratif.
Ke depan, program literasi digital
diharapkan terus dikembangkan secara berkelanjutan. Dukungan terhadap
kreativitas pelajar perlu menjadi perhatian utama. Pembelajaran berbasis
teknologi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan minat pelajar. Dengan pendekatan
yang tepat, potensi pelajar dapat berkembang optimal. Kreativitas digital
menjadi bekal penting untuk masa depan. Pelajar diharapkan mampu bersaing
secara global dengan ide-ide segar. Literasi digital bukan sekadar kemampuan
teknis, tetapi juga kemampuan berpikir. Program ini diyakini mampu mencetak
generasi kreatif dan adaptif.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri
Suprapto