Program Pembelajaran Berbasis Proyek Lingkungan, Dorong Kepedulian Anak Terhadap Alam
pgsd.fip.unesa.ac.id - Program pembelajaran berbasis proyek lingkungan berhasil menarik perhatian siswa untuk lebih peduli terhadap alam sekitar. Kegiatan ini melibatkan berbagai aktivitas kreatif seperti menanam pohon, membuat taman mini, dan mendaur ulang sampah menjadi kerajinan. Para siswa diajak untuk merencanakan proyek, bekerja sama dalam kelompok, dan mempresentasikan hasilnya. Metode ini bertujuan membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Tidak hanya aspek kognitif yang dikembangkan, tetapi juga nilai-nilai tanggung jawab dan kerja sama. Kegiatan ini berlangsung secara interaktif dan menyenangkan sehingga siswa lebih antusias mengikuti setiap tahapnya. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa tanpa mengarahkan secara langsung. Hasil proyek kemudian dijadikan contoh nyata bahwa aksi kecil bisa berdampak besar bagi lingkungan.
Dalam proyek ini, siswa belajar mengamati kondisi lingkungan dan menemukan solusi praktis untuk masalah yang mereka temui. Misalnya, beberapa kelompok membuat kompos dari sampah organik, sementara kelompok lain menata area hijau di sekitar kelas. Aktivitas ini menstimulasi kreativitas sekaligus keterampilan problem solving siswa. Dengan pendekatan berbasis proyek, siswa merasa memiliki tanggung jawab langsung terhadap lingkungan mereka. Mereka juga diajak berdiskusi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan keberlanjutan alam. Setiap siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan ide dan pendapatnya. Pendekatan ini menumbuhkan rasa empati terhadap makhluk hidup lain dan lingkungan sekitar. Selain itu, siswa belajar bekerja sama dan menghargai hasil kerja teman-temannya.
Hasil dari program pembelajaran berbasis proyek lingkungan menunjukkan peningkatan kepedulian siswa terhadap alam. Banyak siswa yang mulai menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan plastik. Proyek ini menjadi sarana efektif menanamkan nilai-nilai lingkungan dan sosial. Selain itu, siswa merasa bangga melihat hasil kerja nyata dari proyek mereka sendiri. Kegiatan ini juga memotivasi siswa untuk terus mencari cara kreatif menjaga bumi. Orang tua dan masyarakat sekitar memberi tanggapan positif terhadap partisipasi aktif siswa. Program semacam ini diharapkan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan lebih luas. Dengan metode pembelajaran yang menyenangkan, siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga praktik nyata menjaga alam.
Penulis: Aghnia