Program Relawan Pelajar Bantu Anak Usia Dini Kenal Huruf dan Angka
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Program
relawan pelajar kini menghadirkan kegiatan edukatif yang fokus pada pengenalan
huruf dan angka bagi anak usia dini. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan
kemampuan literasi dasar sejak usia awal. Relawan pelajar secara langsung
mendampingi anak-anak dalam berbagai aktivitas belajar yang menyenangkan.
Metode yang digunakan menggabungkan permainan, nyanyian, dan cerita interaktif.
Setiap sesi berlangsung dengan durasi yang disesuaikan agar anak-anak tetap
fokus dan antusias. Orang tua yang hadir turut mendukung dengan memberikan
motivasi dan penguatan. Aktivitas ini dirancang agar anak-anak mengenal huruf
dan angka secara natural. Program ini menjadi alternatif pembelajaran yang
kreatif di luar rutinitas sehari-hari anak-anak.
Para relawan pelajar
mengikuti pelatihan singkat sebelum terjun langsung mendampingi anak-anak.
Materi pelatihan mencakup teknik mengajar yang efektif dan cara menghadapi anak
dengan berbagai karakter. Relawan juga diajarkan strategi untuk membuat kegiatan
belajar tetap menyenangkan dan tidak membosankan. Pendekatan ini terbukti
meningkatkan partisipasi anak-anak secara aktif dalam setiap sesi. Anak-anak
menunjukkan antusiasme tinggi ketika belajar sambil bermain. Mereka mulai
mengenali huruf, angka, serta menghafal urutan sederhana. Orang tua merasa
senang melihat perkembangan anak-anak yang lebih percaya diri. Program ini
menjadi pengalaman positif bagi relawan dan anak-anak sekaligus.
Setiap kegiatan
dirancang agar interaktif, mendorong anak-anak untuk berani mencoba. Relawan
menggunakan alat peraga sederhana seperti kartu huruf, balok angka, dan papan
tulis mini. Aktivitas bernuansa permainan ini membantu anak memahami konsep
huruf dan angka dengan cara menyenangkan. Anak-anak terlihat senang saat
menebak huruf atau menghitung benda di sekitar mereka. Pendekatan ini membantu
anak mengembangkan kemampuan kognitif sejak dini. Relawan juga memberikan
pujian dan reward untuk memotivasi anak-anak. Suasana belajar menjadi lebih
hidup dengan tawa dan antusiasme anak-anak. Hasilnya, anak-anak tidak hanya
belajar, tetapi juga merasa percaya diri dalam berinteraksi.
Orang tua menyampaikan
apresiasi terhadap program yang menghadirkan suasana belajar berbeda. Mereka
menilai kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa ingin tahu anak secara alami.
Anak-anak pun lebih mudah memahami konsep huruf dan angka dibandingkan metode
belajar konvensional. Relawan pelajar pun mendapatkan pengalaman berharga dalam
mengajar dan berinteraksi dengan anak-anak. Setiap sesi menjadi kesempatan bagi
relawan untuk mengasah soft skill dan kreativitas. Anak-anak terlihat lebih
mandiri dan berani menyampaikan pendapatnya. Keberhasilan program ini memicu
minat pelajar lain untuk ikut serta. Dampak positif program ini mulai terlihat
dari peningkatan kemampuan literasi dasar anak-anak.
Ke depan, program ini
direncanakan untuk menjangkau lebih banyak anak usia dini di berbagai wilayah.
Relawan terus mempersiapkan inovasi aktivitas yang menarik dan edukatif. Fokus
utama tetap pada pembelajaran dasar yang menyenangkan dan interaktif. Setiap
anak diberikan kesempatan untuk belajar sesuai kecepatan dan minatnya. Kegiatan
ini juga diharapkan menumbuhkan kebiasaan belajar yang positif sejak dini.
Relawan dan anak-anak membangun hubungan yang hangat melalui interaksi harian.
Program ini menjadi bukti bahwa pembelajaran kreatif dapat meningkatkan
literasi dasar. Semangat relawan dan antusiasme anak-anak menjadikan kegiatan
ini pengalaman yang berkesan bagi semua pihak.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri Suprapto