Program “SARI TIBA” Dorong Literasi Multilingual pada Peserta Didik
pgsd.fip.unesa.ac.id - Program “SARI TIBA (Satu Hari Tiga Bahasa)” hadir sebagai inovasi untuk meningkatkan kemampuan berbahasa peserta didik di era global. Kegiatan ini mengajak peserta didik menggunakan tiga bahasa dalam aktivitas belajar setiap hari. Bahasa yang diperkenalkan meliputi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa asing seperti Mandarin. Dengan pendekatan tersebut, peserta didik dapat memperluas wawasan linguistik sejak dini. Literasi multilingual dinilai penting untuk mencetak generasi yang mampu bersaing di dunia internasional. Program ini juga membantu peserta didik meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi. Kemampuan memahami dan memakai berbagai bahasa menjadi bekal penting masa depan. Inisiatif tersebut semakin memperkuat budaya literasi di lingkungan belajar.
Pelaksanaan “SARI TIBA” dilakukan melalui berbagai aktivitas interaktif yang menyenangkan. Mulai dari percakapan sederhana hingga permainan bahasa, semua dirancang agar peserta didik aktif terlibat. Pendidik membimbing penggunaan bahasa dengan metode yang komunikatif. Atmosfer belajar dibuat lebih hidup dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik diajak mengaplikasikan bahasa dalam konteks nyata. Hal ini membuat proses belajar terasa lebih mudah dipahami. Kegiatan berulang setiap hari memberikan kesempatan berlatih yang konsisten. Semakin sering berlatih, semakin cepat kemampuan mereka berkembang.
Program ini juga berdampak positif terhadap kemampuan kognitif peserta didik. Mereka menjadi lebih terlatih dalam mengingat dan memahami struktur bahasa. Selain itu, peserta didik belajar menghargai keberagaman budaya melalui bahasa. Keterbukaan terhadap bahasa lain memberikan pengalaman baru yang menyenangkan. Program ini turut membentuk sikap toleransi dan empati. Peserta didik dapat melihat perbedaan sebagai kekayaan bukan hambatan. Hal tersebut sangat relevan dengan tantangan era modern. Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga memahami budaya global.
Dukungan dari para pendidik menjadi kunci keberhasilan program ini. Mereka berperan menciptakan suasana belajar yang kondusif. Pendekatan yang digunakan tidak menimbulkan tekanan bagi peserta didik. Setiap usaha diapresiasi untuk menumbuhkan motivasi belajar. Pemilihan metode kreatif membuat bahasa terasa dekat dengan anak. Pembiasaan bertahap dilakukan agar peserta didik tidak merasa kesulitan. Semangat belajar bahasa pun tumbuh secara alami. Proses ini memperkuat kepribadian dan kemampuan komunikasi.
Program “SARI TIBA” menjadi langkah konkret untuk membangun generasi masa depan yang lebih adaptif. Peserta didik dipersiapkan menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Kemampuan bahasa diharapkan menjadi jembatan menuju berbagai kesempatan baru. Inisiatif ini sekaligus memperkaya kurikulum yang mendukung literasi berkelanjutan. Keberhasilan program akan terus ditingkatkan melalui evaluasi berkala. Antusiasme peserta didik menjadi dorongan untuk memperluas dampaknya. Literasi multilingual menjadi salah satu kunci perubahan pendidikan yang progresif. Harapannya, semakin banyak pihak yang berperan aktif dalam mendukung keberlanjutan program ini.
Penulis: Aghnia
Gambar : Google