Remaja Didorong Melek Finansial Lewat Program Literasi Keuangan
Pgsd.fip.unesa.ac.id Program literasi keuangan bagi remaja semakin mendapat perhatian, dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan uang sejak dini. Kegiatan ini mencakup pelatihan simulasi anggaran, pengenalan tabungan, hingga investasi sederhana yang sesuai usia remaja. Tujuan utamanya adalah membekali generasi muda dengan kemampuan membuat keputusan finansial yang cerdas dan bertanggung jawab. Para peserta diajak memahami konsep penghasilan, pengeluaran, dan pentingnya menabung untuk tujuan jangka pendek maupun panjang. Tidak hanya teori, program ini juga menyertakan proyek nyata yang melibatkan kegiatan kewirausahaan mini. Interaksi langsung dengan praktik membuat remaja lebih mudah memahami risiko dan manfaat pengelolaan uang. Kegiatan ini juga dirancang untuk mendorong kerja sama tim dan kreativitas dalam merencanakan serta mengelola keuangan. Peserta terlihat antusias dan aktif dalam setiap sesi, menunjukkan tingginya minat mereka terhadap topik ini.
Program ini menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai bagian dari pengembangan keterampilan hidup remaja. Aktivitas seperti permainan peran dan studi kasus membuat konsep keuangan menjadi lebih konkret dan mudah dipahami. Peserta diajarkan bagaimana membuat perencanaan pengeluaran pribadi dan mengenali prioritas kebutuhan. Selain itu, mereka juga belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini diharapkan membangun kesadaran finansial yang berkelanjutan. Para fasilitator memberikan bimbingan intensif dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan strategi mereka sendiri. Hal ini menumbuhkan diskusi produktif dan pemahaman yang lebih mendalam.
Selain kegiatan praktik, program literasi keuangan juga menghadirkan materi digital yang mudah diakses oleh remaja. Modul daring, video edukatif, dan kuis interaktif digunakan untuk memperkuat pemahaman. Pendekatan blended learning ini memungkinkan peserta belajar secara mandiri dan fleksibel. Remaja juga diajak memanfaatkan aplikasi sederhana untuk mencatat pengeluaran harian mereka. Dengan metode ini, mereka dapat melihat perkembangan kemampuan mengatur keuangan secara real time. Aktivitas digital ini juga meningkatkan minat belajar karena sesuai dengan gaya hidup remaja masa kini. Partisipasi aktif di platform daring membuat materi lebih menyenangkan dan mudah diingat. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat mendukung pengembangan literasi keuangan secara efektif.
Program literasi keuangan bagi remaja juga memprioritaskan penguatan sikap disiplin dan tanggung jawab. Setiap kegiatan dirancang untuk menekankan konsekuensi dari keputusan finansial yang diambil. Remaja belajar merencanakan pengeluaran mereka dengan memperhitungkan risiko dan manfaat. Mereka juga dibekali strategi menghadapi situasi tak terduga, seperti pengeluaran mendadak. Selain itu, kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama semakin diasah melalui proyek kelompok. Program ini mendorong remaja untuk saling berbagi ide dan pengalaman mengenai pengelolaan uang. Peningkatan keterampilan sosial ini sejalan dengan tujuan literasi keuangan yang komprehensif. Hasilnya, peserta lebih siap menghadapi tantangan finansial di masa depan dengan percaya diri.
Keberhasilan program ini terlihat dari antusiasme tinggi dan meningkatnya kesadaran finansial peserta. Banyak remaja yang mulai menerapkan kebiasaan menabung dan merencanakan pengeluaran mereka sendiri. Mereka juga menunjukkan kemampuan menganalisis pilihan finansial dengan lebih kritis. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan literasi keuangan yang lebih luas. Partisipasi aktif dalam setiap sesi menunjukkan bahwa pendekatan praktis sangat efektif. Remaja belajar bahwa mengelola uang bukan sekadar kewajiban, tetapi juga keterampilan hidup yang penting. Program ini juga mendorong mereka untuk menjadi teladan dalam pengelolaan keuangan di lingkungan sekitar. Dengan bekal ini, generasi muda lebih siap menghadapi kehidupan finansial yang kompleks di masa depan.
Penulis: Bewanda Putri Alifah
Foto: Google