Sekolah Mulai Menguatkan Budaya Umpan Balik Positif Antar Siswa
pgsd.fip.unesa.ac.id Budaya umpan balik positif antar siswa mulai menguat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan kolaboratif. Praktik ini mendorong siswa untuk saling memberikan apresiasi, saran membangun, dan dukungan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri serta keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat. Umpan balik positif juga membantu siswa memahami kelebihan dan hal yang masih perlu diperbaiki tanpa rasa takut disalahkan. Interaksi yang terbangun menjadi lebih terbuka dan saling menghargai. Situasi belajar pun terasa lebih nyaman dan inklusif. Kebiasaan ini perlahan membentuk karakter empati dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya berfokus pada hasil akademik semata.
Penguatan budaya umpan balik positif terlihat dari meningkatnya interaksi aktif antar siswa di dalam kelas. Siswa mulai terbiasa memberikan komentar yang sopan dan membangun terhadap hasil kerja teman. Setiap pendapat disampaikan dengan bahasa yang santun dan penuh penghargaan. Hal ini membantu mengurangi potensi konflik yang muncul akibat perbedaan pandangan. Siswa juga belajar menerima kritik sebagai bagian dari proses belajar. Kemampuan refleksi diri pun semakin berkembang. Diskusi menjadi lebih hidup dan bermakna. Lingkungan belajar yang suportif mulai terbentuk secara alami.