Sekolah Mulai Terapkan Kelas Tanpa Kertas, Efektifkah?
pgsd.fip.unesa.ac.id - Dalam upaya mengikuti perkembangan teknologi dan mendukung program ramah lingkungan, sejumlah sekolah di Indonesia mulai menerapkan konsep kelas tanpa kertas atau paperless classroom. Aktivitas belajar yang sebelumnya mengandalkan buku tulis, lembar kerja, dan dokumen cetak kini beralih ke perangkat digital seperti tablet, laptop, dan aplikasi pembelajaran. Perubahan ini mendapat banyak perhatian dari guru, siswa, serta orang tua.
Penerapan kelas tanpa kertas dianggap membawa sejumlah keuntungan. Siswa tidak lagi perlu membawa buku yang berat, sementara guru dapat memberikan tugas dan materi dengan lebih cepat melalui platform digital. Selain efisien, sistem ini meminimalkan penggunaan kertas sehingga mendukung gerakan pelestarian lingkungan. Di beberapa sekolah, penggunaan aplikasi seperti Google Classroom dan Learning Management System membuat proses belajar terasa lebih terstruktur.
Namun, perubahan ini tidak lepas dari tantangan. Tidak semua sekolah memiliki fasilitas memadai seperti jaringan internet stabil atau perangkat digital yang cukup. Selain itu, beberapa siswa masih kesulitan beradaptasi dengan pembelajaran digital, terutama pada kelas rendah. Guru pun membutuhkan pelatihan agar mampu menyusun materi yang efektif dan menarik dalam format digital.
Orang tua juga memiliki peran penting dalam mendampingi anak saat menggunakan perangkat teknologi, terutama untuk memastikan penggunaan tetap sesuai tujuan belajar. Meski demikian, penerapan kelas tanpa kertas terus berkembang dan perlahan mulai diterima oleh banyak pihak karena dinilai lebih relevan dengan tuntutan zaman.
Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, model pembelajaran ini diprediksi akan terus meluas dan menjadi bagian penting dari pendidikan modern di Indonesia.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google