Seminar Nasional PGSD: Mengangkat Tema Pemanfaatan Kearifan Lokal dalam Pembelajaran
Pemanfaatan kearifan lokal memperkaya proses pembelajaran. Materi pelajaran dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Nilai budaya diperkenalkan secara alami dalam pembelajaran. Siswa diajak mengenal lingkungan sosialnya. Proses belajar menjadi lebih bermakna dan dekat. Kreativitas guru sangat diperlukan dalam penerapan. Media lokal dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan hidup.
Seminar ini menyoroti peran guru dalam inovasi pembelajaran. Guru dituntut mampu mengintegrasikan budaya ke dalam materi. Perencanaan pembelajaran berbasis lokal menjadi topik penting. Strategi pembelajaran disesuaikan dengan karakter daerah. Kearifan lokal digunakan untuk menanamkan nilai karakter. Pembelajaran tidak hanya berorientasi akademik. Nilai moral dan sosial turut dikembangkan. Pendidikan menjadi sarana pelestarian budaya.
Selain diskusi, seminar juga memicu refleksi mendalam. Peserta diajak mengevaluasi praktik pembelajaran yang ada. Tantangan penerapan kearifan lokal dibahas secara terbuka. Solusi kreatif ditawarkan melalui berbagai perspektif. Pertukaran ide memperkaya wawasan peserta. Inovasi pembelajaran terus didorong melalui dialog. Seminar menjadi ruang belajar bersama. Pengembangan profesional guru menjadi tujuan utama.
Seminar nasional PGSD memberi kontribusi nyata bagi pendidikan. Tema kearifan lokal relevan dengan kebutuhan siswa. Pendidikan dasar memiliki peran strategis dalam pelestarian budaya. Guru menjadi penghubung antara budaya dan pembelajaran. Hasil seminar diharapkan diterapkan dalam praktik kelas. Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan kontekstual. Kearifan lokal memperkuat identitas peserta didik. PGSD berkomitmen pada pendidikan berakar budaya.