SENI KOLASE SEBAGAI MEDIA EKSPRESI DAN MOTORIK ANAK SEKOLAH DASAR
Seni kolase merupakan salah satu aktivitas seni yang mudah dilakukan anak dan memiliki manfaat besar bagi perkembangan mereka. Data Kemendikbud 2023 menunjukkan bahwa 48% siswa SD membutuhkan lebih banyak aktivitas motorik halus untuk mendukung kesiapan menulis dan kreativitas. Melalui kolase, anak belajar menggunting, menempel, dan menyusun bentuk sehingga kemampuan motorik berkembang secara alami. Karena itu, kolase menjadi media yang ideal untuk pembelajaran seni rupa di sekolah dasar.
Selain melatih motorik, kolase juga memberi ruang bagi anak untuk mengekspresikan imajinasi mereka. Anak dapat menggunakan bahan apa saja seperti majalah bekas, daun kering, kertas warna, atau kain potongan untuk membuat karya yang unik. Aktivitas ini membantu mereka belajar memadukan warna, bentuk, dan tekstur dengan cara yang menyenangkan. Dengan demikian, kolase mendorong kreativitas tanpa batas pada anak usia sekolah dasar.
Guru dapat memanfaatkan kolase sebagai media pembelajaran tematik yang menarik. Misalnya, saat mempelajari tema lingkungan, siswa dapat membuat kolase pepohonan dari daun kering atau sampah kertas. Pendekatan ini membuat pembelajaran terasa lebih konkret dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Anak pun lebih mudah memahami konsep melalui pengalaman visual dan taktil.
Mahasiswa PGSD memiliki peran penting dalam memperkenalkan seni kolase dengan berbagai variasi kegiatan. Mereka dapat merancang LKS kreatif, menyediakan bahan sederhana, atau menciptakan contoh karya untuk menginspirasi siswa. Kolase digital menggunakan aplikasi sederhana juga dapat menjadi alternatif bagi siswa yang belajar dengan teknologi. Variasi ini membuat anak semakin terlibat dan antusias mengikuti pembelajaran seni.
Dengan demikian, seni kolase adalah media yang efektif untuk mengembangkan ekspresi diri dan motorik halus anak sekolah dasar. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendukung perkembangan kognitif, sensorik, dan emosional anak. Rekomendasi ke depan adalah guru dan mahasiswa PGSD memperbanyak aktivitas kolase dalam pembelajaran seni dan tematik. Dengan begitu, siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, percaya diri, dan memiliki keterampilan motorik yang baik.
Penulis: Etika Meilani