Serunya Observasi di SD: Belajar dari Dunia Anak-anak
Kata kunci: observasi mahasiswa di SD
pgsd.fip.unesa.ac.id - Observasi di sekolah dasar menjadi salah satu pengalaman paling berkesan bagi mahasiswa kependidikan. Ketika pertama kali memasuki gerbang sekolah dasar sebagai observer, perasaan canggung, antusias, dan penasaran bercampur menjadi satu. Berbeda dengan dunia perkuliahan yang sarat teori, sekolah dasar menghadirkan realita pendidikan dalam bentuk paling nyata: siswa dengan berbagai karakter, guru dengan strategi unik, serta dinamika kelas yang tak pernah sama setiap harinya. Dari sinilah mahasiswa mulai memahami bahwa pendidikan bukan sekadar mengajar, melainkan juga mendidik dengan hati.
Hari-hari observasi di SD penuh dengan kejutan. Mulai dari siswa yang selalu ingin bertanya, yang sulit duduk diam, hingga yang pemalu tetapi cerdas. Mahasiswa belajar mengenali beragam gaya belajar siswa, baik visual, auditori, maupun kinestetik. Tidak sedikit pula yang menyadari bahwa menjadi guru membutuhkan kesabaran ekstra. Menghadapi anak-anak dengan latar belakang keluarga dan kemampuan yang berbeda menuntut pendekatan yang variatif agar pembelajaran dapat berjalan efektif.
Selain mengamati siswa, mahasiswa juga mempelajari gaya mengajar guru kelas. Ada guru yang sangat tegas namun disukai siswa, ada pula yang lembut dan penuh perhatian. Metode pembelajaran seperti diskusi kelompok, permainan edukatif, dan storytelling menjadi daya tarik tersendiri. Dari situ, mahasiswa memperoleh inspirasi untuk mengembangkan media pembelajaran kreatif. Bahkan, beberapa mahasiswa mulai terpacu untuk menciptakan alat peraga sendiri demi membantu proses belajar siswa.
Interaksi langsung dengan siswa menjadi bagian paling menyenangkan. Sering kali mahasiswa dianggap sebagai “kakak” oleh anak-anak, sehingga suasana menjadi lebih akrab. Tidak jarang siswa bercerita tentang cita-cita mereka dengan polos, mulai dari ingin menjadi guru, dokter, sampai YouTuber. Momen-momen sederhana ini menumbuhkan empati serta kesadaran akan pentingnya peran guru dalam membentuk masa depan generasi muda.
Pengalaman observasi juga mengajarkan mahasiswa tentang manajemen kelas. Ternyata, mengendalikan kelas bukan hal mudah. Dibutuhkan teknik komunikasi yang tepat, ketegasan yang proporsional, serta kemampuan membaca situasi. Mahasiswa pun belajar bahwa guru harus menjadi figur teladan baik dalam sikap maupun tutur kata.
Bagi mahasiswa PGSD, observasi bukan sekadar tugas akademik, melainkan proses pembelajaran hidup. Dari SD, mahasiswa menyadari bahwa dunia anak-anak penuh warna, kejujuran, serta harapan besar. Pengalaman ini sangat berharga sebagai bekal ketika kelak benar-benar terjun menjadi pendidik profesional. Untuk memahami lebih jauh dunia pendidikan dasar, mahasiswa dapat mengunjungi situs resmi https://pgsd.fip.unesa.ac.id