Sosial Media Jadi Sumber Belajar Utama? Ini Risiko dan Solusinya
pgsd.fip.unesa.ac.id – Media sosial kini semakin sering dijadikan sumber belajar oleh pelajar Indonesia. Mulai dari video penjelasan materi, konten edukasi singkat, hingga rangkuman pelajaran, semuanya dapat diakses dengan cepat. Fenomena ini menunjukkan perubahan pola belajar generasi muda di era digital.
Di satu sisi, media sosial menawarkan kemudahan dan akses informasi yang luas. Banyak kreator konten pendidikan yang menyampaikan materi secara menarik dan mudah dipahami. Durasi video yang singkat juga membuat pelajar lebih cepat menangkap konsep yang disampaikan tanpa merasa bosan.
Namun, penggunaan media sosial sebagai sumber belajar utama memiliki risiko. Informasi yang disajikan tidak selalu akurat, bahkan beberapa di antaranya tidak melalui proses verifikasi akademik. Jika tidak berhati-hati, siswa dapat menerima informasi keliru dan membentuk pemahaman yang salah. Selain itu, kecanduan layar dan distraksi menjadi tantangan lain dalam proses belajar.
Untuk mengatasi hal tersebut, guru dan orang tua perlu berperan aktif dalam mengarahkan siswa memilih sumber belajar yang kredibel. Sekolah juga dapat mengintegrasikan literasi digital agar siswa lebih kritis dalam menyaring informasi. Pendampingan yang tepat dapat membuat media sosial menjadi sumber belajar yang aman dan produktif.
Jika dimanfaatkan dengan bijak, media sosial dapat menjadi media pembelajaran alternatif yang efektif tanpa menghilangkan peran sumber belajar formal. Kesadaran digital menjadi kunci agar siswa dapat memanfaatkannya secara optimal.
penulis: adeluh febiola