Target Administratif vs Kualitas Proses Belajar Mengajar
Kata kunci: proses belajar mengajar
pgsd.fip.unesa.ac.id – Dalam dunia pendidikan, target administratif sering kali menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pengelolaan sekolah. Laporan, dokumen penilaian, capaian kurikulum, hingga berbagai instrumen evaluasi harus dipenuhi oleh guru dan sekolah. Namun, ketika target administratif menjadi terlalu dominan, kualitas proses belajar mengajar berisiko terpinggirkan.
Guru sebagai ujung tombak pendidikan kerap menghadapi beban administratif yang cukup berat. Waktu dan energi yang seharusnya digunakan untuk merancang pembelajaran kreatif, melakukan refleksi, serta mendampingi siswa justru tersita untuk menyelesaikan berbagai laporan. Kondisi ini dapat mengurangi fokus guru pada esensi utama pendidikan, yaitu proses belajar mengajar yang bermakna.
Dominasi target administratif juga memengaruhi cara pembelajaran dilaksanakan di kelas. Pembelajaran cenderung diarahkan agar selaras dengan dokumen perencanaan dan indikator yang telah ditetapkan, bukan berdasarkan kebutuhan riil siswa. Akibatnya, fleksibilitas guru dalam menyesuaikan metode pembelajaran menjadi terbatas, padahal setiap kelas memiliki karakteristik yang berbeda.
Kualitas proses belajar mengajar sejatinya terletak pada interaksi antara guru dan siswa. Diskusi, tanya jawab, eksplorasi ide, serta pembelajaran kontekstual merupakan bagian penting dalam membangun pemahaman dan keterampilan siswa. Ketika perhatian guru terpecah oleh tuntutan administratif, kualitas interaksi ini berpotensi menurun.
Bukan berarti aspek administratif tidak penting. Administrasi berfungsi sebagai alat pengelolaan dan evaluasi pendidikan. Namun, perlu adanya keseimbangan agar administrasi mendukung, bukan membebani, proses pembelajaran. Penyederhanaan administrasi dan pemanfaatan teknologi dapat menjadi solusi untuk mengurangi beban guru.
Pemerintah dan pengelola pendidikan memiliki peran strategis dalam menciptakan sistem yang ramah bagi guru. Kebijakan yang berorientasi pada kepercayaan dan profesionalisme guru dapat memberikan ruang lebih luas bagi peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, guru dapat kembali memusatkan perhatian pada pengembangan potensi peserta didik.
Secara keseluruhan, target administratif dan kualitas proses belajar mengajar seharusnya saling melengkapi. Administrasi yang efektif dapat mendukung pembelajaran yang berkualitas, bukan sebaliknya. Dengan menempatkan proses belajar mengajar sebagai prioritas utama, pendidikan dapat berjalan lebih humanis dan bermakna bagi semua pihak.