TIDAK PERLU INSECURE: DIRIMU SUDAH HEBAT LEBIH DARI YANG KAMU BAYANGKAN
Banyak orang merasa insecure karena sering membandingkan dirinya dengan orang lain. Perasaan itu muncul saat seseorang melihat keberhasilan orang lain tanpa mengetahui proses panjang yang mereka tempuh. Padahal, setiap individu memiliki kemampuan, latar belakang, dan perjalanan hidup yang berbeda-beda. Insecure menjadi semakin kuat ketika seseorang hanya fokus pada kekurangan dirinya sendiri. Tidak sedikit siswa atau remaja yang akhirnya kehilangan motivasi belajar karena merasa dirinya tidak cukup hebat. Kenyataannya, mereka sebenarnya sudah berkembang jauh tanpa mereka sadari. Jika perasaan insecure dibiarkan, hal itu dapat menghambat pertumbuhan diri dan membuat seseorang ragu mengambil langkah baru. Karena itu, penting untuk mulai menghargai proses dan pencapaian diri sendiri sekecil apa pun.
Insecure sering muncul karena seseorang terlalu fokus pada standar yang dibuat oleh lingkungan sekitar. Banyak orang menetapkan tolok ukur kesuksesan berdasarkan apa yang mereka lihat di media sosial. Padahal, tidak semua yang ditampilkan orang lain mencerminkan kehidupan asli mereka. Terlalu sering mengikuti standar tersebut justru membuat seseorang mudah merasa tidak cukup. Insecure juga bisa muncul karena pengalaman masa lalu yang kurang menyenangkan, seperti pernah diremehkan. Ketika perasaan itu terbawa hingga sekarang, seseorang jadi sulit melihat sisi baik dirinya sendiri. Jika kondisi ini terus berlanjut, seseorang dapat merasa bahwa ia selalu kalah dibandingkan orang lain. Oleh karena itu, penting untuk perlahan menyadari bahwa setiap orang punya perjalanan dan kemampuan yang berbeda.
Untuk mengurangi insecure, seseorang perlu mulai melihat kelebihan yang dimilikinya secara jujur. Banyak orang tidak menyadari kalau mereka memiliki kemampuan yang sebenarnya berharga. Kelebihan itu bisa berupa hal kecil seperti kesabaran, ketelitian, atau kemampuan memahami orang lain. Jika seseorang mampu mengakui hal positif pada dirinya, rasa percaya diri akan meningkat secara perlahan. Selain itu, memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri juga dapat membantu memperbaiki cara pandang. Tidak perlu afirmasi yang rumit, cukup menuliskan kalimat sederhana yang membuat diri lebih tenang. Langkah kecil seperti ini bisa menjadi awal untuk meningkatkan penghargaan terhadap diri sendiri. Dengan begitu, seseorang akan lebih mudah merasa bahwa dirinya memang berarti.
Lingkungan juga sangat mempengaruhi muncul atau tidaknya rasa insecure seseorang. Jika seseorang berada di lingkungan yang suka mengkritik, maka ia akan merasa tidak pernah cukup baik. Sebaliknya, lingkungan yang suportif membuat seseorang merasa dihargai dan diterima. Oleh karena itu, memilih lingkungan yang positif sangat membantu membangun rasa percaya diri. Tidak perlu memaksakan diri berada di lingkungan yang membuat mental semakin tertekan. Jika seseorang memutuskan menjaga jarak dari lingkungan yang toksik, itu bukan berarti ia menyerah. Langkah tersebut justru menunjukkan bahwa ia mulai memahami kebutuhan dirinya sendiri. Dengan lingkungan yang tepat, seseorang bisa berkembang tanpa harus merasa bersaing dengan siapa pun.
Langkah berikutnya adalah menghargai pencapaian diri sekecil apa pun. Banyak orang lupa bahwa perkembangan itu tidak selalu harus besar untuk bisa dihargai. Menyelesaikan tugas tepat waktu saja sebenarnya sudah menjadi bentuk kemajuan. Ketika seseorang mengakui capaian kecil tersebut, rasa percaya dirinya akan meningkat perlahan. Tidak perlu terburu-buru untuk menjadi sempurna karena semua orang butuh proses. Jika seseorang memberi waktu pada dirinya untuk belajar, ia akan lebih mudah menerima kekurangan dan kelebihannya sekaligus. Sikap ini membuat seseorang lebih tenang dalam menjalani hidup. Dengan begitu, insecure tidak lagi mendominasi pikiran dan seseorang dapat melihat dirinya sebagai pribadi yang berharga.
Penulis: Shinta Aulya Fahkruz Komari