Tren Belajar Microlearning: Anak Lebih Suka Materi Singkat dan Visual
pgsd.fip.unesa.ac.id- Perubahan gaya belajar anak di era digital mendorong munculnya tren microlearning sebagai pendekatan pembelajaran yang semakin diminati. Microlearning menyajikan materi dalam bentuk singkat, padat, dan fokus pada satu tujuan belajar. Di sekolah dasar, metode ini dinilai lebih sesuai dengan rentang perhatian anak yang relatif pendek serta kebiasaan mereka mengakses konten visual.
Guru mulai memanfaatkan video pendek, infografik, kuis singkat, dan kartu belajar digital untuk menyampaikan materi inti. Dengan durasi yang ringkas, siswa dapat memahami konsep secara cepat tanpa merasa terbebani. Pendekatan ini juga memudahkan pengulangan materi, sehingga pemahaman siswa menjadi lebih kuat dan berkelanjutan.
Selain meningkatkan fokus, microlearning mendorong pembelajaran yang fleksibel. Siswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja, baik di kelas maupun di rumah. Orang tua pun lebih mudah mendampingi anak karena materi disajikan sederhana dan jelas, sehingga proses belajar menjadi kolaboratif.
Meski demikian, penerapan microlearning perlu diimbangi dengan aktivitas pendalaman. Guru tetap perlu merancang diskusi, praktik, atau proyek sederhana agar siswa tidak hanya memahami potongan informasi, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan konteks nyata. Dengan kombinasi yang tepat, microlearning dapat memperkaya pengalaman belajar tanpa mengurangi kedalaman materi.
Ke depan, tren microlearning diprediksi akan terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan teknologi pendidikan. Jika diterapkan secara bijak, metode ini dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan minat belajar dan hasil belajar siswa sekolah dasar.
Penulis: Adeluh Febiola
Gambar: Google