Workshop dan Pelatihan Praktis Jadi Pendukung Materi Akademik
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Workshop dan pelatihan praktis menarik perhatian peserta karena dinilai mampu memperkuat pemahaman materi akademik. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar langsung yang membuat konsep teori menjadi lebih mudah diterapkan. Peserta mengaku lebih percaya diri setelah mencoba berbagai praktik yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran. Antusiasme terlihat sejak awal kegiatan dimulai, terutama ketika instruktur memperkenalkan berbagai teknik dan aktivitas. Banyak peserta menilai metode seperti ini lebih efektif daripada hanya mengandalkan penjelasan verbal. Mereka merasa proses belajar menjadi lebih hidup dan bermakna. Workshop ini juga memicu rasa ingin tahu peserta terhadap penerapan teori dalam situasi nyata. Suasana kegiatan pun berlangsung aktif dengan banyak diskusi dan demonstrasi.
Dalam sesi inti, peserta diberikan kesempatan untuk mencoba alat, metode, dan strategi yang dapat mendukung pemahaman akademik mereka. Setiap aktivitas dirancang agar peserta dapat langsung merasakan hasil dari penerapan konsep yang dipelajari. Penjelasan diberikan secara runtut sehingga peserta dapat mengikuti alur tanpa kebingungan. Latihan demi latihan membuat peserta memahami betapa pentingnya keterampilan praktis dalam mendukung teori. Peserta juga diajak untuk memecahkan permasalahan sederhana yang sering muncul dalam proses pembelajaran. Tantangan kecil tersebut memberikan pengalaman berpikir kritis secara terarah. Melalui pendekatan ini, peserta dapat melihat hubungan yang jelas antara pengetahuan abstrak dan praktik nyata. Kegiatan pun berjalan interaktif dengan berbagai umpan balik dari peserta.
Selain praktik langsung, sesi diskusi kelompok menjadi bagian yang paling diminati oleh peserta. Mereka saling bertukar pandangan mengenai strategi yang telah dicoba dan manfaat yang dirasakan. Respons positif muncul karena kegiatan ini mendorong kolaborasi tanpa tekanan kompetitif. Setiap peserta diberi ruang untuk menyampaikan pendapat dan pengalaman secara bebas. Hal ini membuat suasana belajar menjadi lebih nyaman dan terbuka. Diskusi tersebut memperkaya pemahaman peserta mengenai variasi metode yang bisa diterapkan. Peserta merasa mendapatkan sudut pandang baru dari orang lain yang memiliki cara belajar berbeda. Kehadiran sesi diskusi ini memberikan nilai tambah yang membuat workshop semakin bermakna.
Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, peserta merasakan peningkatan pemahaman terhadap materi akademik yang sebelumnya dianggap sulit. Banyak dari mereka yang menyebut bahwa pembelajaran praktis membuat penyerapan teori menjadi lebih cepat. Mereka juga menyampaikan bahwa metode seperti ini membantu mengurangi rasa bosan saat belajar. Observasi lapangan menunjukkan bahwa peserta lebih aktif saat diberikan kesempatan praktik daripada saat menerima penjelasan teori. Hal ini menunjukkan pentingnya integrasi antara kegiatan praktik dan pembelajaran akademik. Beberapa peserta bahkan menyatakan ingin mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang. Pengalaman ini dinilai sebagai momentum yang mendorong peningkatan kualitas diri. Workshop tersebut memberikan kesan kuat bagi peserta yang menginginkan pembelajaran bermakna.
Kegiatan
ditutup dengan sesi refleksi yang mengajak peserta menilai kembali proses yang
telah dilalui. Pada sesi ini, peserta menyampaikan hal-hal yang berhasil mereka
kuasai selama kegiatan berlangsung. Mereka juga mengidentifikasi keterampilan
baru yang sebelumnya belum pernah dicoba. Refleksi tersebut membantu peserta
menyadari perkembangan diri secara lebih objektif. Banyak dari mereka yang
merasa bahwa pembelajaran praktik seharusnya lebih sering diterapkan dalam
keseharian studi. Dengan cara ini, materi akademik tidak hanya menjadi hafalan,
tetapi juga pengalaman yang bisa diterapkan. Peserta berharap kegiatan seperti
ini dapat terus berlanjut dengan tema yang lebih beragam. Workshop tersebut pun
berakhir dengan rasa puas dan motivasi baru bagi seluruh peserta.
Penulis:
Hanaksa Erviga Putri Suprapto