Workshop Public Speaking Bikin Rasa Percaya Diri Siswa Melonjak
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Workshop
public speaking berhasil mencuri perhatian karena mampu meningkatkan rasa
percaya diri para peserta secara signifikan. Banyak siswa mengaku lebih berani
berbicara setelah mengikuti sesi yang berlangsung intensif tersebut. Kegiatan
ini dirancang untuk membantu peserta memahami teknik berbicara yang efektif.
Para peserta juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan materi secara langsung.
Antusiasme terlihat dari cara mereka merespons setiap tantangan yang diberikan.
Dampaknya terasa cepat karena metode latihan dibuat sederhana namun mendalam.
Suasana kegiatan juga dibuat nyaman agar peserta tidak merasa tertekan. Banyak
siswa menilai pengalaman ini membuka peluang baru bagi perkembangan diri
mereka.
Peserta mendapatkan
materi mengenai penguasaan suara, bahasa tubuh, dan pola penyampaian yang
menarik. Setiap sesi disusun secara bertahap agar mudah dipahami siapa pun.
Pelatih memberikan contoh sederhana sebelum peserta diminta mempraktikkan
teknik tersebut. Metode yang digunakan menekankan pada keberanian untuk mencoba
tanpa takut salah. Banyak peserta awalnya terlihat gugup namun perlahan mulai
lebih tenang. Kegiatan ini juga memberikan ruang refleksi agar peserta memahami
perkembangan diri mereka. Setiap latihan dibungkus dengan nuansa yang mendorong
semangat belajar. Peserta merasa materi yang diberikan sangat relevan untuk
kebutuhan komunikasi masa kini.
Latihan berbicara di
depan kelompok kecil menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan ini.
Beberapa peserta mulai menunjukkan kemampuan yang tidak mereka sadari
sebelumnya. Keberanian mereka tampak meningkat setelah beberapa kali mencoba.
Aktivitas ini dibangun berdasarkan pendekatan belajar yang interaktif. Para
peserta juga diberi umpan balik yang bersifat membangun. Setiap komentar
diberikan dengan bahasa yang ramah dan mudah dipahami. Metode seperti ini
membuat peserta merasa dihargai selama proses belajar. Perubahan sikap peserta
tampak nyata dari cara mereka menatap audiens saat berbicara.
Selain pelatihan
teknik, kegiatan ini juga menekankan pentingnya mengelola emosi saat berbicara.
Peserta diajak memahami cara menenangkan diri sebelum memulai presentasi.
Mereka mempraktikkan latihan pernapasan untuk menurunkan rasa gugup. Kegiatan
ini membuat peserta sadar bahwa penguasaan diri adalah kunci utama public
speaking. Banyak dari mereka mulai percaya bahwa kemampuan berbicara bukan
bakat bawaan. Mereka juga belajar memanfaatkan pengalaman pribadi sebagai
kekuatan saat menyampaikan pesan. Setiap sesi memberikan wawasan baru tentang
bagaimana berkomunikasi lebih jelas. Hal ini membuat peserta merasa lebih siap
menghadapi audiens yang lebih luas.
Di akhir kegiatan, para
peserta menunjukkan peningkatan kemampuan yang cukup signifikan. Mereka mampu
menyampaikan pesan dengan kalimat yang lebih terstruktur. Gestur tubuh yang
digunakan juga terlihat lebih percaya diri dibanding sebelumnya. Banyak peserta
menyampaikan rasa bangga atas perkembangan diri mereka. Mereka merasa workshop
ini memberikan pengalaman pembelajaran yang sangat berharga. Perubahan sikap
yang muncul menjadi bukti bahwa latihan konsisten sangat berdampak. Para
peserta berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan lebih sering. Kesan
positif yang tercipta menunjukkan bahwa public speaking dapat dikuasai siapa
saja dengan latihan yang tepat.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri
Suprapto