Workshop Robotika Tingkatkan Minat Pelajar pada Teknologi
pgsd.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Workshop
robotika berhasil menarik perhatian banyak pelajar yang ingin memahami
teknologi secara lebih mendalam. Kegiatan ini menampilkan berbagai perangkat
otomatis yang mudah dipelajari oleh pemula. Antusiasme peserta terlihat dari
banyaknya yang aktif bertanya selama sesi praktik. Mereka merasa kegiatan ini
memberi kesempatan untuk mengenal teknologi dengan cara yang lebih
menyenangkan. Beragam alat bantu disediakan agar peserta dapat mengeksplorasi
konsep yang diajarkan. Panduan langkah demi langkah juga diberikan sehingga
setiap peserta dapat mengikuti tanpa kesulitan. Suasana kegiatan sejak awal
berlangsung sangat hidup dan interaktif. Banyak peserta menilai bahwa
pengalaman ini memberikan motivasi baru dalam memahami perkembangan teknologi.
Dalam kegiatan
tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep dasar robotika melalui praktik
langsung. Materi disampaikan menggunakan pendekatan sederhana agar mudah
dipahami oleh berbagai tingkat usia. Peserta belajar mengenai cara kerja sensor
yang dapat merespons lingkungan sekitar. Mereka juga mempelajari sistem gerak
yang memungkinkan robot bergerak sesuai perintah. Selain itu, peserta mencoba
merangkai komponen dasar untuk membangun unit robot sederhana. Pendamping
kegiatan membantu menjelaskan fungsi setiap komponen yang dirakit. Metode
praktik langsung membuat suasana pembelajaran terasa lebih hidup. Banyak
peserta merasa bahwa pendekatan ini sangat membantu mereka memahami konsep yang
sebelumnya dianggap rumit.
Antusiasme meningkat
ketika peserta mulai menguji robot hasil rakitan mereka. Setiap kelompok
mencoba menjalankan robot di lintasan yang telah disiapkan. Mereka mengamati
bagaimana robot merespons perintah yang diberikan melalui program sederhana.
Beberapa robot bergerak mulus, sementara lainnya perlu penyesuaian ulang.
Peserta terlihat berdiskusi untuk mencari solusi ketika robot tidak berjalan
sesuai harapan. Hal ini menumbuhkan keterampilan berpikir kritis selama proses
perbaikan. Kesempatan untuk mencoba berkali-kali membuat peserta semakin
percaya diri. Banyak peserta menyebut bahwa bagian ini menjadi pengalaman
paling berkesan dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini tidak
hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kerja sama
antarpeserta. Setiap kelompok berbagi ide untuk menyelesaikan tantangan yang
diberikan. Mereka berdiskusi tentang bagaimana menyusun strategi agar robot
dapat bergerak lebih stabil. Perbedaan pendapat muncul, namun setiap ide
dihargai dan diuji melalui praktik. Kegiatan ini mendorong peserta untuk
belajar berkomunikasi secara efektif. Nilai kerja tim terlihat ketika kelompok
berhasil menyelesaikan tugas mereka. Proses kolaborasi ini memberikan
pengalaman nyata tentang pentingnya koordinasi. Banyak peserta menyimpulkan
bahwa kerja sama menjadi kunci keberhasilan dalam merakit dan mengoperasikan
robot.
Di akhir kegiatan,
peserta menyampaikan kesan positif terhadap pengalaman yang mereka peroleh.
Banyak dari mereka merasa lebih tertarik untuk mendalami teknologi setelah
mengikuti kegiatan ini. Mereka menilai bahwa robotika bukan lagi hal yang sulit
seperti bayangan awal. Kegiatan yang interaktif membantu membuka cara pandang
baru terhadap dunia teknologi. Peserta berharap kegiatan serupa dapat dilakukan
secara rutin. Mereka juga berencana melanjutkan praktik robotika secara mandiri
di rumah. Momen penutupan berlangsung hangat dengan berbagi hasil karya antar
peserta. Pengalaman ini menjadi dorongan bagi banyak pelajar untuk terus
mengembangkan minat pada bidang teknologi.
Penulis: Hanaksa Erviga Putri
Suprapto