Apakah Wajar Tidak Tahu Mau Jadi Apa di Usia 20-an?
Ada banyak momen di usia dua puluhan yang terasa membingungkan. Di satu sisi, banyak orang bilang ini adalah masa paling menyenangkan dalam hidup karena tubuh masih kuat, pikiran masih segar, dan kesempatan masih terbuka lebar. Namun di sisi lain, justru pada usia ini kita mulai dihantui pertanyaan tentang masa depan. Pertanyaan seperti "Nanti mau jadi apa?", "Kerja di mana?", atau "Sudah punya rencana setelah kuliah?" sering datang dari orang lain maupun dari diri sendiri.
Mendengar pertanyaan itu berulang kali kadang menimbulkan rasa cemas. Banyak orang merasa tertinggal ketika melihat teman sebaya sudah terlihat lebih jelas arah hidupnya. Ada yang sudah mulai bekerja, ada yang membangun bisnis, ada yang lanjut studi, ada yang aktif di organisasi, bahkan ada yang terlihat seperti sudah "lebih dewasa" dan mantap dengan tujuan hidupnya. Perbandingan itu membuat banyak anak muda mulai bertanya-tanya dalam hati, "Kenapa aku belum tahu arah hidupku?"
Namun kenyataannya, tidak tahu mau jadi apa di usia dua puluhan adalah hal yang wajar. Hidup tidak memiliki timeline pasti yang harus sama untuk semua orang. Tidak ada aturan bahwa di usia tertentu seseorang harus sudah menemukan tujuan hidup, bekerja di bidang tertentu, atau mencapai target tertentu. Banyak orang menemukan apa yang mereka inginkan setelah mencoba banyak hal, jatuh, gagal, berputar arah beberapa kali, dan melewati proses yang panjang.
Usia dua puluhan sebenarnya bukan tentang harus sudah berhasil. Usia ini lebih seperti fase eksplorasi. Fase mencoba hal baru, mengenal diri sendiri, menemukan apa yang disukai, apa yang tidak cocok, dan apa yang membuat hati merasa hidup. Tidak semua pencarian harus berakhir dengan jawaban cepat. Tidak semuanya harus tepat sejak awal. Terkadang kebingungan justru bagian penting dalam proses menemukan arah hidup.
Banyak orang yang kita anggap sukses juga tidak langsung tahu tujuan hidup mereka sejak muda. Ada yang mengganti jurusan, pindah pekerjaan berkali-kali, mencoba bidang yang berbeda, bahkan memulai dari nol di usia yang jauh lebih matang. Mereka bukan terlambat. Mereka hanya butuh waktu lebih lama untuk memahami diri sendiri.
Selama proses mencari arah, ada hal yang bisa dilakukan. Fokus pada langkah kecil yang bisa dilakukan hari ini. Belajar keterampilan baru. Mencoba pengalaman baru. Berani keluar dari zona nyaman. Refleksi diri tentang apa yang membuat kamu merasa berarti. Semua itu membantu, bahkan jika hasilnya belum terlihat sekarang.
Tidak mengetahui tujuan hidup bukan tanda kegagalan. Itu tanda bahwa kamu masih berjalan, masih belajar, dan masih membuka ruang untuk kemungkinan yang lebih luas. Hidup bukan perlombaan. Tidak ada satu jalur yang pasti. Setiap orang punya waktu, ritme, dan prosesnya masing-masing.
Jadi jika hari ini kamu merasa bingung dengan masa depan, itu bukan masalah. Kamu tidak tersesat. Kamu sedang mencari jalanmu. Dan tidak apa-apa jika prosesnya membutuhkan waktu.
Yang terpenting adalah tetap bergerak, tetap mencoba, dan tetap percaya bahwa jawaban akan datang ketika kamu siap menjalaninya. Karena kadang arah hidup bukan ditemukan sekaligus, tetapi dibentuk perlahan melalui pilihan-pilihan kecil yang kamu buat setiap hari.
Penulis: Hafizh Muhammad Ridho