Proses Panjang Menerima Diri Sendiri
Menerima diri sendiri sering kali terdengar sederhana, tetapi praktiknya tidak selalu mudah. Ada bagian-bagian diri yang ingin disembunyikan, luka lama yang belum sepenuhnya sembuh, dan penyesalan yang terus menghantui. Proses menerima diri berarti bersedia melihat semua itu tanpa menghakimi.
Banyak orang tumbuh dengan standar yang tinggi terhadap dirinya sendiri. Kesalahan kecil terasa seperti kegagalan besar. Dalam kondisi seperti ini, menerima diri bukan berarti berhenti berkembang, melainkan berhenti menyakiti diri dengan tuntutan yang tidak realistis.
Menerima diri juga berarti memahami konteks di balik setiap pilihan yang pernah diambil. Setiap keputusan lahir dari pengetahuan dan kemampuan yang tersedia pada saat itu. Dengan pemahaman ini, rasa bersalah dapat berubah menjadi pelajaran yang membangun.
Proses ini tidak selalu indah. Ada fase di mana seseorang harus berhadapan dengan rasa kecewa terhadap dirinya sendiri. Namun, justru dalam kejujuran itulah penerimaan tumbuh. Ia tidak datang secara instan, melainkan melalui kesabaran dan refleksi yang berulang.
Menerima diri sendiri adalah perjalanan panjang menuju ketenangan. Ia tidak menjanjikan hidup tanpa masalah, tetapi menawarkan cara yang lebih damai untuk menjalaninya.
Penulis: Dessinta Nabila Sukardanu