Belajar Lebih Asyik dengan AR!
Pembelajaran di sekolah dasar semakin membutuhkan media yang menarik dan mampu menjembatani konsep abstrak menjadi pengalaman nyata. Pada materi rantai makanan, banyak siswa masih kesulitan membayangkan bagaimana hubungan antar makhluk hidup terjadi di alam. Inovasi media pembelajaran berbasis teknologi menjadi salah satu solusi yang mampu membuat proses belajar lebih hidup, interaktif, dan mudah dipahami.
Perkembangan digital telah mengubah cara siswa belajar. Generasi saat ini lebih responsif terhadap visual interaktif, animasi, dan pengalaman belajar yang menyenangkan. Media pembelajaran seperti buku cetak atau gambar 2D sering dianggap kurang menarik sehingga siswa cepat kehilangan fokus. Guru membutuhkan media baru yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga mengajak siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar. Inilah alasan mengapa inovasi dalam media pembelajaran sangat dibutuhkan untuk mengikuti karakteristik dan kebutuhan siswa masa kini. Sebagai bentuk kontribusi terhadap pembelajaran kreatif, beberapa Mahasiswa PGSD Kelas 2024E (Hafizh Muhammad Ridho, Rachmah Dwi Mariana, Aisyah Kartini Putri, Amelia Rahayu Dwi Putri, Anisah Atikah Hidayati, dan Nadya Safira Zahrani) telah mengembangkan sebuah Pop-Up Book berbasis Augmented Reality (AR) yang dirancang khusus untuk materi rantai makanan.
Media Pop-Up Book berbasis AR ini mendapat respon positif dari siswa saat dilakukan uji coba. Siswa tampak antusias melihat animasi 3D yang muncul dari halaman pop-up dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka lebih mudah memahami konsep rantai makanan karena dapat melihat alurnya secara konkret, bukan hanya melalui teks atau gambar datar. Flashcard yang disediakan juga memberikan pengalaman belajar sambil bermain sehingga pemahaman siswa semakin kuat.
Pengembangan media Pop-Up Book berbasis AR ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi calon guru dan pendidik lain dalam menciptakan media pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan siswa masa kini. Ke depannya, media ini berpotensi dikembangkan untuk materi IPA lainnya, menambah fitur interaktif, hingga digunakan dalam pembelajaran di sekolah inklusi. Harapannya, semakin banyak media kreatif seperti ini hadir di ruang kelas sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, mudah dipahami, dan bermakna bagi siswa.
Penulis : Hafizh Muhammad Ridho