Indahnya Malam Tak Seindah Mimpi dan Harapan
Memandang
bulan dan bintang di langit malam sering kali membuat diri ini merasa lebih
tenang. Ada sesuatu yang konstan dari keduanya, seakan keduanya tetap setia
hadir meski hidup manusia terus berubah setiap hari. Dalam sunyi malam, bulan
yang temaram dan bintang-bintang yang berkelip halus seperti mengingatkan bahwa
perjalanan hidup tidak harus selalu terang untuk tetap bermakna. Justru dalam
kegelapan inilah kita belajar melihat arah, memahami diri, dan menanamkan
harapan yang lebih dalam. Rasanya, keduanya menjadi simbol bahwa masa depan
adalah sesuatu yang bisa dituju pelan-pelan selama kita masih mau menatap ke
depan.
Ketika
memandangi langit malam, pikiran ini selintas tertuju pada masa depan yang
belum jelas bentuknya. Ada harapan yang tumbuh perlahan, ada rencana yang masih
kabur, dan ada ketakutan-ketakutan kecil yang sesekali muncul. Namun, bulan dan
bintang seolah memberi pesan sederhana: bahwa tidak apa-apa jika segalanya
belum pasti. Bahwa masa depan tidak harus sekaligus dikejar, cukup dirawat
langkah demi langkah. Dalam cahaya lembut malam itu, seolah menyiratkan pesan
bahwa harapan bukan sekadar mimpi besar, tetapi juga keberanian untuk terus
berjalan meski jalan di depan belum tampak sepenuhnya. Selama masih ada langit
yang bisa dipandang dan bintang yang memberi arah, masa depan tetap menjadi
sesuatu yang layak diharapkan.
(red/muallimshir24_)