Inovasi Foto-AI oleh Gemini dari Google DeepMind
1. Peluncuran Fitur Edit & Generasi Foto AI
Pada 26 Agustus 2025, Google DeepMind resmi memperkenalkan model image baru bernama Gemini 2.5 Flash Image (kode internal “Nano Banana”), yang terintegrasi dengan aplikasi Gemini dan layanan pengembang lainnya.
Model ini memungkinkan pengguna membuat dan mengubah gambar hanya dengan instruksi berbasis teks atau gabungan antara gambar dan teks — misalnya mengubah latar belakang, mencampurkan beberapa foto menjadi satu, atau mempertahankan konsistensi karakter dalam gambar revisi.
2. Fitur Utama yang Menonjol
Beberapa fitur yang paling mencolok antara lain:
-
Konsistensi karakter: Gambar subjek (orang/peliharaan/objek) dapat dipertahankan kemiripannya bahkan setelah diedit atau dipindahkan ke latar yang berbeda.
-
Fusi multi-gambar: Beberapa foto bisa digabungkan menjadi satu adegan yang baru, memungkinkan misalnya menaruh foto seseorang dan hewan peliharaan ke dalam latar yang berbeda
-
Pengeditan spesifik lokal: Pengguna bisa memberikan instruksi seperti "hapus bintik di kaos", "ganti rambut menjadi pirang", atau "ubah latar ke pantai senja" — melalui prompt teks.
-
Generator gambar ke video: Selain gambar statis, fitur baru juga memungkinkan mengubah foto menjadi klip video pendek dengan suara dan animasi
3. Dampak dan Tren Penggunaan
Sejak diluncurkan, teknologi ini memicu sejumlah tren populer di media sosial: pengguna mengubah foto selfie mereka menjadi versi bergaya retro atau karakter 3D-figurine melalui model Nano Banana.
Namun demikian, kemunculan tren ini juga memunculkan perhatian terhadap isu privasi dan etika: salah satunya adalah kekhawatiran bahwa hasil edit terlalu realistis atau menyentuh aspek personal yang sensitif.
4. Tantangan dan Tindakan Google
Meskipun fitur generasi dan edit gambar semakin canggih, Google juga harus menanggapi tantangan terkait akurasi dan bias dalam model. Sebelumnya, model Gemini pernah ditangguhkan sementara kemampuannya untuk menghasilkan gambar orang setelah muncul kritik tentang representasi etnis dan gender
Sebagai langkah mitigasi, semua gambar yang dihasilkan dengan model Nano Banana akan disertai watermark yang terlihat serta watermark digital tersembunyi (SynthID) agar dapat dikenali sebagai hasil AI
5. Implikasi untuk Pengguna dan Masa Depan
Bagi pengguna umum di Indonesia dan global, hadirnya fitur ini membuka banyak kemungkinan kreatif — mulai dari edit foto liburan, transformasi visual untuk media sosial, hingga penggunaan profesional untuk desain grafis atau pemasaran. Namun, beberapa hal penting untuk diperhatikan:
-
Pastikan memahami hak cipta, privasi dan izin penggunaan foto pribadi atau orang lain.
-
Verifikasi bahwa hasil edit tidak disalahgunakan untuk keperluan menipu atau memanipulasi konten secara tidak etis.
-
Bagi pengembang atau bisnis, model ini menawarkan peluang integrasi melalui API dan platform seperti Google AI Studio atau Vertex AI.
Langkah ke depan yang menarik adalah bagaimana model akan terus ditingkatkan — khususnya dalam hal keakuratan visual, representasi yang adil, serta keamanan dan transparansi penggunaan.