Kapan Waktu Tepat Memberi Self-Reward?
pgsd.fip.unesa.ac.id – Banyak mahasiswa yang sering kali merasa bersalah atau menganggap diri mereka malas saat ingin memanjakan diri, padahal memberikan hadiah pada diri sendiri atau self-reward adalah bagian krusial dari menjaga kesehatan mental dan menjaga api motivasi tetap menyala. Waktu yang paling tepat untuk memberikan penghargaan ini adalah segera setelah kita berhasil melewati sebuah tantangan besar atau mencapai target tertentu yang telah kita tetapkan dengan susah payah. Misalnya, setelah berhasil melewati pekan ujian yang melelahkan, menyelesaikan draf skripsi yang menguras tenaga, atau bahkan saat berhasil konsisten bangun pagi untuk olahraga selama sebulan penuh. Menghargai pencapaian tersebut, sekecil apa pun skalanya, memberikan sinyal positif pada sistem dopamin di otak bahwa usaha keras kita diakui dan dihargai, sehingga kita memiliki cadangan energi baru untuk menghadapi tantangan besar berikutnya tanpa merasa jenuh.
Namun, penting bagi kita untuk memahami bahwa self-reward harus dilakukan secara bijak, penuh kesadaran, dan tetap proporsional agar tidak bergeser menjadi perilaku boros atau sekadar ajang pelarian dari tanggung jawab yang sebenarnya belum tuntas. Hadiah untuk diri sendiri tidak selalu harus identik dengan pengeluaran mewah atau barang-barang mahal yang justru akan memberatkan kondisi finansial di akhir bulan. Bentuk apresiasi ini bisa sesederhana mengizinkan diri sendiri untuk tidur lebih awal tanpa gangguan, menonton film favorit di akhir pekan, atau menikmati makanan kesukaan di warung langganan. Kuncinya terletak pada "niat" di baliknya, bahwa aktivitas tersebut dilakukan sebagai perayaan atas sebuah progres, bukan sebagai bentuk prokrastinasi atau penundaan tugas yang seharusnya dikerjakan.
Dengan memberikan penghargaan pada diri sendiri di waktu yang tepat, kita sebenarnya sedang membangun hubungan yang lebih sehat dan suportif dengan diri kita sendiri. Proses ini mengajarkan kita untuk tidak hanya terpaku pada hasil akhir yang sempurna, tetapi juga mulai menghargai setiap tetes keringat dan proses panjang yang telah dilalui untuk sampai ke titik tersebut. Keseimbangan antara produktivitas yang tinggi dan apresiasi diri yang cukup akan menghindarkan kita dari risiko burnout atau kelelahan mental yang sering melanda mahasiswa di tengah tumpukan tugas. Pada akhirnya, self-reward yang terencana dengan baik akan membuat perjalanan akademik kita terasa lebih ringan dan menyenangkan, karena kita tahu bahwa di setiap garis finish kecil yang kita lalui, selalu ada apresiasi tulus yang menanti sebagai bentuk cinta pada diri sendiri.
Penulis: Elis