Mancing: Cara Sederhana Menghilangkan Penat dan Gabut
Kadang, rasa penat itu datang bukan karena capek fisik, tapi karena pikiran yang terlalu penuh. Tugas kuliah sudah selesai, kepala lagi kosong, tapi justru muncul rasa gabut yang bikin nggak tenang. Di momen kayak gitu, hal sederhana justru bisa jadi penyelamat salah satunya mancing.
Waktu itu, awalnya cuma mau ikut ayah mancing. Karena kuliah lagi free, nggak ada tugas, akhirnya aku ikut saja. Perjalanan dari rumah sekitar satu jam, tapi rasanya nggak membosankan sama sekali. Justru seru, kayak lagi rehat sejenak dari rutinitas.
Awalnya aku cuma jadi penonton setia. Lihat mama dan ayah mancing, aku kebagian bagian paling santai: duduk, ngemil, menikmati suasana sampai waktu dzuhur tiba. Di sela-sela itu, aku juga sempat ambil buah rasberi. Entah kenapa, momen itu bikin nostalgia, ingat masa kecil, waktu hal-hal kecil terasa begitu menyenangkan.
Setelah salat, gantian aku yang pegang alat pancing. Awalnya nggak berekspektasi apa-apa, cuma iseng. Tapi ternyata… dapat! Rasanya senang banget. Ada perasaan puas, bahagia, dan bangga kecil yang sulit dijelasin. Seolah semua penat yang sebelumnya ada langsung menguap begitu saja.
Dari situ aku sadar, mancing bukan cuma soal dapat ikan atau nggaknya. Ada rasa damai yang datang dari menunggu, menikmati alam, dan fokus pada satu hal sederhana. Apalagi kalau ikannya dapat banyak, rasanya kebahagiaan jadi berlipat ganda.
Mungkin kita sering mencari cara rumit untuk menghilangkan penat. Padahal, kadang jawabannya ada pada hal-hal sederhana. Duduk tenang, menikmati waktu, dan membiarkan diri benar-benar hadir di momen itu. Dan buatku hari itu, mancing berhasil jadi obat paling ampuh untuk penat dan gabut.
Penulis: Qonita Adzkiya’