Manfaat Menjadi Volunteer bagi Mahasiswa
pgsd.fip.unesa.ac.id – Mengikuti kegiatan volunteer atau menjadi relawan adalah salah satu bentuk investasi diri yang paling berharga bagi mahasiswa, karena menawarkan pengalaman nyata yang tidak mungkin didapatkan hanya dengan duduk di dalam ruang kelas. Saat terjun langsung ke lapangan, baik itu dalam aksi lingkungan, pendidikan di pelosok, maupun bantuan sosial, mahasiswa diajak untuk mengasah empati, kepemimpinan, dan kemampuan memecahkan masalah dalam situasi yang dinamis dan sering kali tidak terduga. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat yang memiliki latar belakang ekonomi dan budaya yang berbeda, kita belajar untuk menanggalkan ego dan melihat dunia dari perspektif yang lebih luas. Pengalaman ini secara otomatis membentuk karakter kita menjadi pribadi yang lebih peka, tangguh, dan memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Lebih dari sekadar pengabdian sosial, menjadi relawan merupakan laboratorium terbaik untuk mengasah soft skills yang sangat dicari di dunia kerja profesional, seperti kerja sama tim, manajemen waktu, dan komunikasi interpersonal. Dalam sebuah proyek relawan, kita sering kali harus bekerja sama dengan orang-orang baru yang memiliki pola pikir berbeda untuk mencapai tujuan bersama dalam keterbatasan sumber daya. Tantangan-tantangan kecil inilah yang melatih kreativitas dan kecerdasan emosional kita secara alami. Selain itu, jaringan pertemanan yang terbentuk dalam komunitas relawan biasanya sangat solid dan positif, karena didasari oleh ketulusan untuk membantu. Relasi ini tidak jarang membuka peluang karier, beasiswa, atau kolaborasi di masa depan karena kita bertemu dengan individu-individu yang memiliki visi dan semangat yang serupa.
Bagi mahasiswa, khususnya calon pendidik, pengalaman menjadi relawan memberikan kepuasan batin yang luar biasa dan rasa percaya diri yang lebih mantap. Ada perasaan bermakna yang muncul saat kita menyadari bahwa tenaga, waktu, dan ilmu yang kita miliki bisa memberikan dampak nyata bagi kehidupan orang lain. Rasa syukur yang tumbuh dari kegiatan kerelawanan ini bertindak sebagai penyeimbang dari tekanan akademik yang sering membuat stres. Pada akhirnya, aktif sebagai relawan bukan hanya tentang seberapa banyak kita memberi kepada orang lain, tetapi tentang seberapa banyak kita belajar untuk menjadi manusia yang lebih utuh.
Penulis: Elis