Membangun Komunikasi Sehat Guru dan Orang Tua
pgsd.fip.unesa.ac.id – Kesuksesan pendidikan seorang anak di sekolah dasar tidak pernah berdiri sendiri di atas pundak guru semata, melainkan hasil dari sinergi yang kokoh antara pihak sekolah dan orang tua di rumah. Membangun komunikasi yang sehat sejak hari pertama semester dimulai merupakan langkah krusial untuk menciptakan rasa saling percaya dan keterbukaan yang autentik. Sebagai calon pendidik, kami belajar bahwa komunikasi tidak boleh hanya bersifat reaktif yakni hanya menghubungi orang tua saat anak mengalami masalah atau nilai rapornya anjlok melainkan harus bersifat proaktif dan berkelanjutan. Dengan menciptakan fondasi hubungan yang hangat sejak awal, guru dapat memposisikan diri sebagai mitra sejajar yang memiliki tujuan yang sama, yaitu memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal secara akademik maupun karakter.
Dalam praktik nyatanya, pemanfaatan teknologi digital dan pertemuan tatap muka harus dikelola secara profesional untuk menjembatani informasi mengenai perkembangan siswa. Guru perlu memiliki keterampilan untuk membagikan momen-momen positif kecil yang diraih siswa di kelas, sehingga orang tua merasa dilibatkan dan diapresiasi, bukan sekadar menjadi penerima laporan keluhan. Penggunaan grup diskusi digital, buku penghubung, hingga sesi konsultasi individual menjadi kanal penting untuk menyelaraskan pola asuh dan pola ajar. Ketika orang tua memahami strategi yang diterapkan guru di kelas dan guru pun memahami latar belakang kondisi anak di rumah, maka terciptalah lingkungan pendukung yang konsisten, di mana anak tidak merasakan adanya kesenjangan antara nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dan di keluarga.
Kunci utama dalam menjaga keberlanjutan komunikasi ini adalah empati, kerendahan hati, dan sikap yang tidak menghakimi dari kedua belah pihak. Seorang guru harus mampu mendengarkan aspirasi dan kekhawatiran orang tua dengan hati terbuka, sembari tetap menjaga batasan profesionalisme sebagai tenaga ahli kependidikan. Saat terjadi kendala atau perbedaan pendapat mengenai proses belajar, penyelesaian secara kekeluargaan dengan mengedepankan kepentingan terbaik anak adalah solusi utama yang harus ditempuh. Sinergi yang harmonis ini pada akhirnya akan meningkatkan motivasi belajar siswa, karena mereka melihat adanya dukungan penuh dan kesatuan visi dari orang-orang dewasa paling berpengaruh dalam hidup mereka, yang bekerja sama demi masa depan mereka yang lebih cerah.
Penulis: Elis