Mengapa Gen Z Memprioritaskan Purpose Daripada Gaji Besar?
Dalam narasi karier konvensional, gaji besar dan jabatan tinggi sering dianggap sebagai tolok ukur utama kesuksesan. Namun, bagi Generasi Z yang kini memasuki angkatan kerja terjadi pergeseran nilai yang signifikan. Mereka tidak lagi semata-mata mengejar kekayaan materi; mereka memprioritaskan Purpose atau tujuan yang mendalam dan bermakna dari pekerjaan mereka. Bagi Gen Z, pekerjaan harus memberikan kontribusi positif, selaras dengan nilai-nilai pribadi, dan membawa dampak nyata bagi masyarakat atau lingkungan.
Salah satu alasan utama pergeseran ini adalah reaksi Gen Z terhadap hustle culture dan epidemi burnout yang dialami oleh generasi sebelumnya. Mereka menyaksikan bahwa mengejar gaji setinggi langit seringkali dibayar dengan pengorbanan kesehatan mental dan kehidupan pribadi. Oleh karena itu, Gen Z secara sadar memilih pekerjaan yang memberikan keseimbangan dan tidak menuntut pengorbanan diri yang ekstrem. Pekerjaan dengan purpose yang jelas memberikan motivasi intrinsik mereka merasa bekerja bukan hanya untuk uang, tetapi untuk sebuah misi yang secara psikologis lebih berkelanjutan dan mengurangi risiko kelelahan.
Gen Z adalah generasi yang tumbuh dengan akses informasi tak terbatas dan sangat sadar akan isu-isu sosial, lingkungan, dan politik. Kebutuhan untuk membawa dampak sosial dan memiliki pekerjaan yang mencerminkan identitas mereka sangat tinggi. Mereka ingin bekerja di perusahaan yang transparan, etis, dan memiliki tanggung jawab sosial yang nyata (Corporate Social Responsibility - CSR). Mereka menggunakan pekerjaan mereka sebagai platform untuk menyuarakan nilai-nilai mereka, entah itu melalui sustainability, keadilan sosial, atau inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Meskipun gaji adalah faktor penting, Gen Z tidak melihat gaji besar sebagai satu-satunya indikator kesuksesan. Mereka cenderung lebih memilih pekerjaan dengan lingkungan kerja yang suportif, fleksibilitas tinggi, dan budaya perusahaan yang sehat, meskipun gajinya sedikit di bawah rata-rata. Hal ini menunjukkan bahwa mereka berani menantang norma keuangan tradisional demi kualitas hidup yang lebih baik. Mereka lebih memilih perusahaan yang memiliki visi jangka panjang dan misi yang sejalan, daripada sekadar iming-iming bonus besar yang bisa memicu stres dan ketidakbahagiaan.
Bagi Gen Z, bekerja sesuai dengan purpose adalah investasi jangka panjang. Mereka percaya bahwa jika mereka bersemangat dan berinvestasi pada pekerjaan yang mereka yakini maknanya, kesuksesan finansial akan mengikuti seiring waktu. Pekerjaan yang sesuai purpose menghasilkan engagement dan loyalitas yang lebih tinggi, yang pada akhirnya membawa mereka pada mastery dan posisi kepemimpinan yang lebih memuaskan. Dalam pandangan Gen Z, pekerjaan yang berarti akan menghasilkan kebahagiaan dan kekayaan sejati, yang mencakup kekayaan skill, relasi, dan dampak sosial.
Dengan memprioritaskan purpose di atas gaji besar, Gen Z sedang mendefinisikan ulang makna "karier yang sukses." Mereka membuktikan bahwa generasi mendatang akan bekerja bukan hanya untuk hidup, tetapi untuk memberikan kehidupan pada pekerjaan mereka. Ini adalah kabar baik bagi dunia kerja, karena perusahaan didorong untuk menjadi lebih etis, bertanggung jawab, dan fokus pada misi yang lebih besar dari sekadar keuntungan semata.
Penulis : Mufrida Nur Azizah