Pembelajaran Literasi di Sekolah Dasar
Literasi
merupakan fondasi penting dalam pembelajaran di sekolah dasar. Guru PGSD
memiliki peran strategis dalam menanamkan budaya literasi sejak dini kepada
siswa. Literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga
kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan berkomunikasi. Pada era
digital, literasi semakin menjadi kebutuhan utama untuk menghadapi banjir
informasi. Oleh sebab itu, sekolah dasar harus menjadi tempat yang ramah
literasi.
Untuk
meningkatkan kemampuan literasi, guru perlu menyediakan berbagai bahan bacaan
yang menarik bagi siswa. Buku cerita anak, majalah edukasi, dan poster visual
dapat membantu menumbuhkan minat baca. Pembiasaan membaca selama 15 menit
sebelum pelajaran dimulai juga sangat efektif. Kegiatan ini melatih fokus,
memperkaya kosakata, dan meningkatkan pemahaman siswa. Pembiasaan yang
konsisten akan membentuk kebiasaan membaca yang baik.
Selain
membaca, kegiatan menulis juga penting untuk melatih literasi. Guru dapat
memberikan tugas menulis jurnal harian, cerita pendek, atau laporan sederhana.
Menulis membantu siswa mengungkapkan ide dan mengorganisasi pikiran mereka.
Guru perlu memberikan bimbingan secara bertahap agar siswa percaya diri dalam
menulis. Dengan latihan rutin, kemampuan literasi siswa akan meningkat secara
signifikan.
Penerapan
literasi digital juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran masa kini. Guru
dapat mengajarkan cara mencari informasi yang benar, memahami sumber
terpercaya, dan bersikap etis saat menggunakan internet. Meski teknologi
membantu proses belajar, guru tetap harus mengawasi penggunaan gadget agar
sesuai kebutuhan pembelajaran. Literasi digital membantu siswa lebih siap
menghadapi tantangan teknologi di masa depan.
Dengan
strategi yang tepat, pembelajaran literasi dapat menjadi kegiatan yang
menyenangkan dan bermakna. Guru PGSD harus mampu menciptakan lingkungan belajar
yang mendukung perkembangan literasi siswa. Sekolah juga perlu melengkapi fasilitas
seperti perpustakaan, sudut baca, dan bahan bacaan yang memadai. Literasi yang
kuat akan menjadi modal utama bagi siswa dalam belajar di jenjang berikutnya.
Karena itu, program literasi harus menjadi prioritas utama di sekolah dasar.
Sumber:
Kemendikbud.
(2016). Gerakan Literasi Sekolah.
Tarigan, Henry.
(2015). Membaca dan Menulis sebagai Kemampuan Dasar Literasi.
UNESCO. (2020).
Education for Literacy Development.
✨Penulis : Maria Oktalic Hindi
Lourista
Pentingnya
Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) di SD
Pembelajaran
Matematika Realistik Indonesia (PMRI) menjadi salah satu pendekatan yang sangat
relevan diterapkan di SD. Pendekatan ini menekankan pembelajaran matematika
yang dekat dengan kehidupan nyata siswa. Guru PGSD menggunakan konteks
sehari-hari seperti pasar, permainan, atau benda sekitar untuk menjelaskan
konsep matematika. Dengan cara ini, siswa lebih mudah memahami materi yang
biasanya dianggap sulit. PMR membuat pembelajaran matematika menjadi lebih
menyenangkan dan bermakna.
Pendekatan
PMR membantu siswa melihat matematika sebagai sesuatu yang nyata, bukan
abstrak. Misalnya, guru dapat mengajarkan konsep pecahan melalui pembagian kue
atau pizza. Untuk pengukuran, guru dapat mengajak siswa mengukur benda nyata di
kelas. Konsep bilangan juga dapat dipahami melalui aktivitas jual beli
sederhana. Dengan menghadirkan konteks seperti ini, siswa menjadi lebih
antusias belajar matematika.
Guru
PGSD perlu memahami langkah-langkah PMR, yaitu menggunakan masalah kontekstual,
membimbing siswa menemukan sendiri konsep, dan berdiskusi bersama. Siswa tidak
langsung diberikan rumus, tetapi diajak berpikir terlebih dahulu. Hal ini
melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Guru berperan sebagai
fasilitator yang membantu siswa menemukan pemahaman mereka sendiri. Pendekatan
ini lebih efektif daripada metode ceramah semata.
PMR
juga sangat mendukung perkembangan keterampilan komunikasi matematika. Melalui
diskusi, siswa belajar menjelaskan cara mereka menyelesaikan masalah. Mereka
juga belajar membandingkan strategi dengan temannya. Interaksi ini membantu
memperdalam pemahaman konsep matematika. Selain itu, PMR mengembangkan
kepercayaan diri siswa terhadap matematika.
Dengan
berbagai kelebihan tersebut, PMR sangat direkomendasikan untuk pembelajaran
matematika di SD. Guru PGSD perlu meningkatkan kompetensi dalam menerapkan
pendekatan ini melalui pelatihan atau workshop. Pembelajaran yang kontekstual
dan bermakna akan membantu siswa lebih menyukai matematika. Dengan PMR, matematika
bukan lagi pelajaran yang menakutkan, tetapi menyenangkan dan mudah dipahami.
Pendekatan ini memberikan fondasi kuat bagi pembelajaran matematika di jenjang
berikutnya.
Sumber:
Gravemeijer, K.
(1994). Developing Realistic Mathematics Education.
Zulkardi.
(2002). PMRI dan Implementasinya di Sekolah Dasar.
Kemendikbud.
(2021). Panduan Pembelajaran Matematika SD.
✨Penulis : Maria Oktalic Hindi
Lourista