Pendidikan Inklusif: Mengapa Implementasinya Masih Menjadi Tantangan di Sekolah?
Pendidikan Inklusif: Mengapa
Implementasinya Masih Menjadi Tantangan di Sekolah?

Sumber: edukasi.kompas.com
Pendidikan inklusif merupakan
pendekatan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada seluruh peserta didik,
termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, untuk belajar bersama dalam
satu lingkungan yang sama. Prinsip dasarnya adalah setiap anak berhak
mendapatkan pengalaman belajar yang setara tanpa diskriminasi. Namun, meskipun
konsep ini sudah diperkenalkan dan bahkan didorong secara nasional,
kenyataannya penerapan pendidikan inklusif di sekolah masih jauh dari optimal.
Salah satu hambatan terbesar berasal
dari aspek sumber daya manusia. Tidak semua guru memiliki kompetensi dalam
menangani keragaman kebutuhan peserta didik. Pelatihan mengenai penanganan anak
berkebutuhan khusus masih terbatas, sehingga guru kerap merasa kewalahan ketika
harus mengajar kelas dengan tingkat kemampuan siswa yang sangat beragam. Selain
itu, rasio jumlah murid dan guru yang tidak sebanding membuat proses
pendampingan menjadi kurang efektif.
Dari sisi fasilitas dan sarana,
sekolah sering belum memiliki infrastruktur yang mendukung pendidikan inklusif,
seperti ruang belajar yang ramah mobilitas, alat bantu pembelajaran khusus, dan
layanan terapi. Hal ini menyebabkan siswa dengan kebutuhan khusus tidak
mendapatkan dukungan penuh untuk mengembangkan potensi mereka secara optimal.
Di beberapa sekolah, keterbatasan anggaran membuat penyesuaian fasilitas
menjadi proses yang lambat.
Selain itu, masih terdapat hambatan
kultural dan sosial. Sebagian masyarakat masih memandang anak berkebutuhan
khusus sebagai “tanggung jawab khusus” yang terpisah dari pendidikan umum.
Stigma ini kadang terbawa dalam interaksi antar siswa maupun antara orang tua
siswa, sehingga anak berkebutuhan khusus masih mengalami diskriminasi secara
sosial. Akibatnya, tujuan pendidikan inklusif sebagai ruang tumbuh bersama
belum tercapai sepenuhnya.
Meskipun banyak kendala, pendidikan
inklusif tetap merupakan arah perkembangan pendidikan masa depan. Untuk
memaksimalkan implementasinya, sekolah memerlukan dukungan pelatihan guru,
peningkatan fasilitas, serta perubahan pola pikir masyarakat tentang
keberagaman. Pendidikan inklusif hanya dapat berjalan ketika semua pihak
memahami bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki hak dan potensi untuk
berkembang bersama.
Penulis: Salsabila
Risqi Aulia