Peran Guru SD dalam Mengembangkan Karakter Siswa di Abad 21
Guru
Sekolah Dasar memegang peran penting dalam membentuk karakter dasar siswa,
terutama di era abad 21 yang penuh tantangan. Anak usia SD sedang berada dalam
tahap perkembangan yang membutuhkan arahan positif. Guru PGSD tidak hanya
menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membimbing cara bersikap dan
berperilaku. Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan empati harus
ditanamkan melalui kegiatan belajar yang bermakna. Karena itu, guru berperan
sebagai teladan dan pendamping utama dalam proses tumbuh kembang karakter anak.
Pendidikan
karakter di SD menjadi semakin penting karena anak saat ini hidup dalam arus
teknologi yang besar. Gadget, media sosial, dan internet sangat mudah diakses,
sehingga guru perlu membimbing siswa agar mampu memilah informasi. Siswa juga
harus diajari bagaimana bersikap sopan dan bijak dalam menggunakan teknologi.
Pembelajaran karakter tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan bertahap
melalui pembiasaan. Guru PGSD harus mampu menciptakan aktivitas kelas yang
menyenangkan tetapi tetap bermuatan nilai moral.
Metode
pembelajaran aktif sangat membantu dalam pembentukan karakter. Misalnya, kerja
kelompok dapat mengembangkan kerja sama, diskusi melatih keberanian
berpendapat, dan proyek sosial membentuk rasa peduli. Selain itu, guru bisa
mengintegrasikan nilai karakter dalam mata pelajaran seperti PPKn atau Bahasa
Indonesia. Pendekatan tematik juga memungkinkan guru memasukkan nilai-nilai
moral secara lebih alami. Dengan cara ini, pembelajaran tidak hanya fokus pada
kognitif, namun juga afektif dan psikomotor.
Selain
di sekolah, guru harus bekerja sama dengan orang tua agar pendidikan karakter
berjalan optimal. Orang tua berperan melanjutkan pembiasaan yang diberikan guru
di rumah. Komunikasi antara guru dan orang tua harus berjalan baik agar
perkembangan anak dapat dipantau. Guru dapat memberikan laporan perkembangan
karakter siswa melalui jurnal harian atau portofolio. Kolaborasi ini penting
agar anak memiliki contoh positif dari dua lingkungan utama yaitu rumah dan
sekolah.
Pada
akhirnya, guru PGSD memiliki tanggung jawab besar sebagai penggerak utama
pendidikan karakter anak. Dengan strategi pembelajaran yang tepat, pemahaman
perkembangan anak, dan kerja sama orang tua, pendidikan karakter dapat berjalan
lebih efektif. Anak SD yang memiliki dasar karakter kuat akan lebih siap
menghadapi tantangan abad 21. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru PGSD
perlu terus dilakukan. Pendidikan dasar yang kuat akan menghasilkan generasi
masa depan yang berkarakter baik dan berdaya saing.
Sumber:
Kesuma, Dharma.
(2017). Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana.
Kemendikbud.
(2020). Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di Sekolah Dasar.
Lickona, Thomas.
(2013). Character Matters. New York: Bantam Books.
Penulis : Maria Oktalic Hindi Lourista