Peran Literasi Finansial dalam Kurikulum Abad 21
pgsd.fip.unesa.ac.id, Literasi finansial menjadi bagian penting dalam kurikulum abad 21 karena berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Pemahaman tentang pengelolaan keuangan membantu individu membuat keputusan yang bijak. Literasi finansial tidak hanya membahas uang, tetapi juga perencanaan dan tanggung jawab. Pendidikan modern menempatkan literasi finansial sebagai keterampilan hidup. Peserta didik perlu memahami konsep dasar keuangan sejak dini. Hal ini membantu mereka menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. Literasi finansial mendukung kemandirian dan kedewasaan. Oleh karena itu, perannya semakin relevan.
Pemahaman literasi finansial membantu peserta didik mengenali nilai dari perencanaan. Konsep menabung, mengelola pengeluaran, dan menentukan prioritas menjadi dasar penting. Peserta didik belajar memahami konsekuensi dari setiap keputusan finansial. Literasi finansial juga melatih kemampuan berpikir rasional. Keputusan tidak diambil secara impulsif. Proses ini membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab. Literasi finansial mendukung pengelolaan sumber daya secara bijak. Hal ini berdampak positif pada kehidupan jangka panjang.
Dalam kurikulum abad 21, literasi finansial berkaitan erat dengan keterampilan berpikir kritis. Peserta didik diajak menganalisis situasi keuangan secara objektif. Kemampuan ini membantu dalam memahami risiko dan peluang. Literasi finansial juga mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Peserta didik belajar mengevaluasi informasi keuangan. Hal ini penting di tengah banyaknya informasi ekonomi. Literasi finansial melindungi individu dari keputusan yang merugikan. Dengan demikian, literasi finansial menjadi alat perlindungan diri.
Literasi finansial juga berkontribusi pada pembentukan karakter mandiri. Peserta didik memahami pentingnya tanggung jawab terhadap pilihan hidup. Pengelolaan keuangan yang baik mencerminkan kedewasaan sikap. Literasi finansial membantu peserta didik merencanakan masa depan. Perencanaan ini mencakup tujuan jangka pendek dan panjang. Proses ini menumbuhkan sikap visioner. Literasi finansial juga mendorong sikap hemat dan bijaksana. Nilai-nilai ini relevan dengan kehidupan modern.
Peran literasi finansial dalam kurikulum abad 21 semakin tidak terpisahkan. Tantangan ekonomi global menuntut individu yang melek finansial. Pendidikan berperan menyiapkan generasi yang cerdas secara finansial. Literasi finansial membantu individu beradaptasi dengan perubahan ekonomi. Pemahaman ini menjadi bekal penting dalam kehidupan. Kurikulum yang memuat literasi finansial bersifat preventif dan solutif. Peserta didik lebih siap menghadapi realitas. Dengan demikian, literasi finansial memiliki peran strategis.
Penulis : Nurita
Gambar : Google