Perkembangan Self-Regulated Learning pada Masa Dini
pgsd.fip.unesa.ac.id, Self-regulated learning menjadi salah satu kemampuan penting yang mulai berkembang sejak masa dini. Kemampuan ini berkaitan dengan cara anak mengatur proses belajarnya secara mandiri. Anak belajar menetapkan tujuan, memantau kemajuan, dan mengevaluasi hasil belajar yang diperoleh. Pada tahap awal, pengaturan diri dalam belajar masih sederhana dan dipengaruhi lingkungan sekitar. Namun, proses ini terus berkembang seiring bertambahnya pengalaman belajar anak. Self-regulated learning membantu anak memahami tanggung jawab terhadap pembelajaran mereka sendiri. Anak yang memiliki kemampuan ini cenderung lebih fokus dan terarah. Perkembangan self-regulated learning menjadi fondasi penting bagi keberhasilan belajar jangka panjang.
Pada masa dini, self-regulated learning berkembang melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara berulang. Anak mulai belajar mengelola perhatian saat menerima informasi baru. Mereka juga belajar mengatur waktu antara belajar dan bermain. Proses ini membantu anak mengenali batas kemampuan dan kebutuhan belajarnya. Kesadaran diri yang tumbuh membuat anak lebih peka terhadap kesalahan dan keberhasilan. Anak secara bertahap belajar memperbaiki strategi belajar ketika menghadapi kesulitan. Kemampuan mengontrol diri ini berpengaruh pada peningkatan kemandirian belajar. Dengan demikian, anak tidak sepenuhnya bergantung pada arahan eksternal.
Self-regulated learning juga berperan penting dalam perkembangan kemampuan kognitif anak. Anak yang mampu mengatur belajarnya cenderung lebih mudah memahami konsep baru. Mereka dapat memilih strategi yang sesuai untuk menyelesaikan tugas belajar. Proses pemantauan diri membantu anak mengenali apakah pemahaman sudah tercapai atau belum. Ketika mengalami kesulitan, anak lebih terdorong mencari cara alternatif. Kemampuan ini melatih fleksibilitas berpikir dan pemecahan masalah. Anak juga belajar mengambil keputusan sederhana terkait proses belajarnya. Hal ini mendukung perkembangan berpikir kritis sejak dini.
Selain aspek kognitif, self-regulated learning berdampak pada perkembangan emosional anak. Anak belajar mengelola rasa frustrasi ketika menghadapi tantangan belajar. Kemampuan mengatur emosi membantu anak tetap tenang dan tidak mudah menyerah. Anak menjadi lebih percaya diri karena mampu mengontrol proses belajarnya. Kepercayaan diri ini mendorong motivasi belajar yang lebih stabil. Anak juga belajar menunda kepuasan demi mencapai tujuan belajar. Proses ini melatih kesabaran dan ketekunan. Dengan regulasi diri yang baik, anak lebih siap menghadapi berbagai situasi belajar.
Secara keseluruhan, perkembangan self-regulated learning pada masa dini memiliki peran strategis dalam pembentukan kebiasaan belajar positif. Kemampuan ini membantu anak menjadi pembelajar yang mandiri dan bertanggung jawab. Proses pengaturan diri mendukung keseimbangan antara aspek kognitif dan emosional. Anak yang terbiasa mengelola belajarnya cenderung memiliki motivasi intrinsik yang kuat. Kebiasaan ini juga berkontribusi pada konsistensi dan ketahanan belajar. Self-regulated learning menjadi bekal penting untuk menghadapi tuntutan pembelajaran yang semakin kompleks. Penguatan kemampuan ini sejak dini mendukung perkembangan belajar yang berkelanjutan. Dengan demikian, self-regulated learning menjadi kunci dalam membangun kualitas pembelajaran anak.
Penulis : Nurita
Gambar : Google