PGSD: Harus Bisa Semuanya?
Sebagai
mahasiswa PGSD, pertanyaan mengenai apakah kami “harus bisa semuanya” sering
muncul dalam proses perkuliahan. Beban materi yang beragam—mulai dari mata
pelajaran akademik seperti Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS hingga
keterampilan seperti seni, olahraga, serta pedagogi—sering terasa berat dan
menantang. Namun, keragaman ini sebenarnya mencerminkan karakter guru sekolah
dasar yang memang berperan sebagai generalist. Pada tahap pendidikan dasar,
siswa membutuhkan guru yang mampu memperkenalkan berbagai konsep secara tepat,
menyenangkan, dan mudah dipahami. Dengan demikian, luasnya cakupan materi yang
dipelajari mahasiswa PGSD bukan semata tuntutan berlebihan, tetapi bagian dari
pembentukan kompetensi dasar bagi calon guru SD.
Meskipun
begitu, “bisa semuanya” bukan berarti harus menguasai setiap bidang secara
mendalam. Yang dibutuhkan adalah kemampuan dasar yang kuat, pemahaman konsep
yang tepat, dan fleksibilitas untuk terus belajar. Kompetensi pedagogis,
kemampuan mengelola kelas, serta kreativitas dalam menyampaikan materi justru
menjadi aspek yang paling menentukan. Oleh karena itu, menurut saya, tuntutan
ini bukan untuk menjadikan mahasiswa PGSD sebagai ahli di semua bidang,
melainkan sebagai pendidik yang mampu memberikan fondasi awal yang benar dan
bermakna bagi siswa. Jika dipahami dengan cara ini, keragaman materi bukan
beban, tetapi modal penting bagi profesi guru SD yang memang menuntut keluwesan
dan kesiapan menghadapi berbagai situasi pembelajaran.
(red/muallimshir24_)