Program “Sekolah Sehat” Dorong Siswa Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sejak Dini
pgsd.fip.unesa.ac.id - Program “Sekolah Sehat” menjadi salah satu upaya nyata dalam menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada para siswa sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk mengenal pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Program ini juga menekankan pada pembiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, membawa bekal sehat, dan menjaga kebersihan ruang belajar. Kegiatan dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan seluruh warga sekolah, termasuk tenaga pendidik dan peserta didik. Tujuan utama dari program ini adalah membentuk karakter peduli kebersihan dan kesehatan di kalangan siswa. Melalui kebiasaan positif yang diajarkan, diharapkan anak-anak dapat menjadi contoh bagi lingkungan tempat tinggal mereka. Pendekatan edukatif dan partisipatif digunakan agar siswa lebih mudah memahami makna penting dari perilaku hidup sehat. Dengan demikian, program ini tidak hanya bersifat edukatif tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kesehatan.
Pelaksanaan program ini mencakup berbagai kegiatan interaktif yang menyenangkan bagi siswa. Setiap pekan diadakan sesi edukasi kesehatan dengan metode bermain dan bercerita agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima. Para siswa juga diajak membuat poster bertema kebersihan untuk menghias lingkungan belajar mereka. Selain itu, kegiatan seperti lomba cuci tangan, pojok sehat, dan pemilahan sampah turut menjadi bagian dari pembelajaran praktis. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari kepedulian sosial. Pembelajaran aktif ini juga melatih keterampilan kerja sama antar siswa dalam menciptakan lingkungan sehat. Dengan cara yang menyenangkan, program ini mampu menumbuhkan kebiasaan positif yang akan terbawa hingga kehidupan sehari-hari. Tidak hanya memberikan ilmu, kegiatan ini juga menanamkan nilai moral tentang pentingnya tanggung jawab terhadap kesehatan diri dan lingkungan.
Dampak positif dari pelaksanaan program ini mulai terlihat melalui perubahan perilaku siswa di lingkungan sekolah. Banyak siswa yang kini terbiasa membawa bekal sehat dari rumah dan mengurangi jajanan sembarangan. Mereka juga lebih disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan belajar, seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan toilet. Guru-guru turut berperan dalam memberikan contoh serta dorongan agar siswa konsisten dalam menerapkan PHBS. Perubahan kecil seperti mencuci tangan sebelum makan kini menjadi rutinitas yang dilakukan tanpa harus diingatkan. Selain itu, kegiatan pemeriksaan kebersihan dan kesehatan rutin menjadi bagian dari evaluasi program. Siswa yang menunjukkan kedisiplinan tinggi dalam kebersihan diberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi. Hal ini diharapkan dapat memotivasi siswa lain untuk terus menerapkan perilaku hidup sehat setiap hari.
Lebih lanjut, program ini juga melibatkan partisipasi aktif dari orang tua untuk memperkuat pembiasaan PHBS di rumah. Melalui sosialisasi dan komunikasi rutin, orang tua diajak memahami pentingnya mendukung kebiasaan sehat anak-anak mereka. Keterlibatan keluarga dianggap penting karena penerapan perilaku sehat tidak cukup dilakukan hanya di lingkungan sekolah. Dengan adanya sinergi antara guru, siswa, dan orang tua, pembiasaan hidup sehat dapat berlangsung secara berkelanjutan. Program ini juga memberikan panduan sederhana bagi orang tua mengenai pola makan bergizi dan pentingnya aktivitas fisik. Selain membangun kebersamaan, kegiatan ini mempererat hubungan antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan generasi yang sehat. Dukungan lingkungan rumah menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan program secara jangka panjang. Dengan demikian, pendidikan kesehatan dapat berjalan efektif dari dua arah, baik di sekolah maupun di rumah.
Keberhasilan program “Sekolah Sehat” menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan dapat dimulai dari hal sederhana namun berdampak besar. Melalui pendekatan pembiasaan, siswa belajar memahami arti penting menjaga tubuh dan lingkungan agar tetap sehat. Perubahan perilaku positif yang terjadi menjadi bukti bahwa pendidikan kesehatan harus dimulai sejak dini. Program ini juga membentuk karakter anak agar peduli terhadap kebersihan dan memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi. Dalam jangka panjang, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang tangguh dan sadar akan pentingnya kesehatan. Penerapan PHBS di lingkungan belajar menjadi cerminan kesiapan generasi penerus dalam menghadapi tantangan hidup modern yang kompleks. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, program ini membuktikan bahwa menciptakan lingkungan sehat dimulai dari tindakan kecil yang konsisten. Harapannya, program ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya untuk menerapkan pola hidup sehat yang berkelanjutan.
Penulis: Aghnia Hidayatul
Gambar: Google