Riset Deep Learning di Indonesia Dorong Transformasi Pembelajaran Digital
Surabaya, 6 November 2025 — Teknologi Deep Learning kini menjadi sorotan utama di berbagai perguruan tinggi Indonesia, termasuk di bidang pendidikan dasar. Melalui kemampuannya dalam menganalisis data dan mengenali pola berpikir siswa, deep learning dinilai mampu mendukung sistem pembelajaran yang lebih personal dan efektif.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah universitas dan program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mulai mengintegrasikan riset deep learning dalam bidang pendidikan. Teknologi ini tidak hanya digunakan dalam penelitian informatika, tetapi juga dalam desain kurikulum, asesmen belajar, dan pengembangan media pembelajaran digital.
“Riset deep learning memungkinkan kita memahami gaya belajar siswa secara lebih mendalam. Ini membantu guru menyesuaikan pendekatan pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing individu,” ujar Dr. Nurhayati, M.Pd, dosen teknologi pendidikan di salah satu universitas negeri di Jawa Timur.
Inovasi di Sekolah Dasar
Beberapa sekolah percontohan di Jawa Timur telah mulai menguji sistem pembelajaran berbasis deep learning. Misalnya, dengan menggunakan aplikasi AI sederhana untuk menilai hasil tulisan siswa atau memberikan rekomendasi latihan tambahan secara otomatis.
Dengan sistem tersebut, guru bisa memperoleh laporan perkembangan belajar siswa tanpa harus memeriksa satu per satu secara manual. Hal ini dinilai sangat membantu terutama di kelas besar dengan jumlah siswa lebih dari 30 orang.
“Aplikasi berbasis deep learning membantu kami memantau nilai dan perkembangan siswa lebih cepat. Anak-anak juga lebih semangat belajar karena merasa seperti punya asisten pribadi,” kata Bu Evi Kusumawati, guru kelas 6 SDN Brayublandong, Mojokerto.
Tantangan dan Arah ke Depan
Meskipun potensinya besar, penerapan deep learning di sekolah dasar masih menghadapi sejumlah hambatan. Masalah utama terletak pada literasi digital guru, keterbatasan perangkat, serta akses internet yang belum merata di daerah pedesaan.
Untuk mengatasi hal itu, beberapa kampus PGSD berinisiatif mengadakan pelatihan pengenalan AI dan deep learning bagi calon guru. Tujuannya agar mahasiswa memiliki kemampuan dasar memahami teknologi sekaligus mengintegrasikannya dengan pembelajaran tematik di sekolah dasar.
Harapan untuk Mahasiswa PGSD
Sebagai calon pendidik masa depan, mahasiswa PGSD diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga inovator pendidikan. Dengan pemahaman deep learning, mereka bisa menciptakan model pembelajaran baru — seperti sistem asesmen digital, aplikasi refleksi belajar otomatis, atau media interaktif berbasis AI.
“PGSD memiliki peran penting untuk menjembatani teknologi dan pendidikan dasar. Dengan deep learning, guru masa depan dapat membimbing siswa bukan hanya untuk tahu, tapi juga untuk memahami secara mendalam,” tutup Daffa Nanda Prasetya, mahasiswa PGSD.
Penulis: Daffa Nanda Prasetya