Sastra, Pendidikan, dan Cara Kita Memahami Dunia
Bahasa adalah rumah bagi pikiran manusia. Melalui bahasa, manusia menyusun makna, mengekspresikan perasaan, dan memahami realitas. Dalam dunia pendidikan, bahasa memiliki peran yang sangat fundamental. Ia bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga sarana berpikir dan membangun kesadaran.
Pembelajaran bahasa dan sastra sering kali dianggap sebagai pelengkap. Padahal, melalui sastra, siswa belajar memahami kompleksitas kehidupan. Cerita, puisi, dan novel membuka ruang refleksi yang tidak selalu ditemukan dalam buku pelajaran lain. Sastra mengajarkan empati, kepekaan, dan kemampuan melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.
Di ruang kelas, bahasa seharusnya tidak hanya diajarkan secara teknis. Tata bahasa dan ejaan memang penting, tetapi lebih penting lagi adalah bagaimana bahasa digunakan untuk berpikir kritis dan berkomunikasi secara bermakna. Diskusi, menulis refleksi, dan membaca karya sastra dapat menjadi sarana untuk melatih kepekaan tersebut.
Pendidikan bahasa yang baik akan melahirkan generasi yang mampu menyampaikan gagasan dengan jernih dan bertanggung jawab. Di tengah arus informasi yang begitu deras, kemampuan berbahasa menjadi kunci untuk memilah, memahami, dan merespons dunia secara bijak. Bahasa, pada akhirnya, bukan hanya tentang kata, tetapi tentang cara manusia memaknai hidup.
Penulis: Dessinta Nabila Sukardanu